Senin 21 Oct 2019 15:33 WIB

Tol Langit Sudah Mengudara, Apa Saja Keuntungannya Buat UKM?

Palapa Ring akan berdampak positif bagi akselerasi pembangunan di luar Pulau Jawa.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Tol Langit Sudah Mengudara, Apa Saja Keuntungannya buat UKM?. (FOTO: Septianda Perdana)
Tol Langit Sudah Mengudara, Apa Saja Keuntungannya buat UKM?. (FOTO: Septianda Perdana)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Presiden Jokowi secara resmi telah meluncurkan Palapa Ring atau tol langit pada Senin (14/10/2019) lalu, yang merupakan proyek skala besar pemerintah untuk membangun jaringan serat optik yang menjangkau 34 provinsi dan 440 kota/kabupaten di Indonesia.

Sebagai pelaksana dan pemilik Palapa Ring, Kemenkominfo percaya beroperasinya Palapa Ring akan berdampak positif bagi akselerasi pembangunan dan perekonomian di daerah luar Jawa. Hal ini menjadi keuntungan bagi pebisnis lokal dan UKM yang rata-rata menjadi penyumbang terbesar pendapatan di beberapa daerah.

Baca Juga: Palapa Ring: Angin Segar bagi Pembangunan Bumi Cendrawasih

Lalu, apa saja manfaat nyata Palapa Ring bagi UKM dan bisnis lokal?

1. Konektivitas Semakin Nyata

Pembangunan tol langit ini dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Di masing-masing wilayah, Kemenkominfo bermitra dengan penyedia layanan telekomunikasi dan internet untuk menyediakan koneksi internet.

Saat ini, Kemenkominfo mengklaim kecepatan internet Palapa Ring tembus 40 Mbps, dan upload mencapai 7 Mbps. Tol langit membuat akses informasi dan komunikasi menjadi lebih terbuka.

Konektivitas ini bermanfaat untuk mempermudah transaksi secara online, mendistribusikan barang dengan ke tempat yang belum terjangkau sebelumnya, dan mendekatkan bisnis lokal dengan e-commerce dan toko online.

2. Tumbuh Peluang dan Bibit Kewirausahaan

Pada joint-research, Google, Temasek, dan Brain Company menyatakan kontributor terbesar perekonomian digital Indonesia masih seputar di wilayah Jabodetabek. Diungkapkan oleh perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster, hambatan go online bagi bisnis lokal dan UKM di daerah ialah faktor infrastruktur.

Kehadiran Palapa Ring tentu menjawab tantangan infrastruktur di daerah luar Jawa. Akses internet dari Palapa Ring pun akan membuat bisnis menjadi semakin mudah. Kemudahan ini dapat dimanfaatkan pemilik bisnis untuk go online karena mereka tidak lagi perlu membuka toko atau modal besar untuk mulai berbisnis.

Penyiapan infrastruktur ini didukung dengan visi pemerintah untuk memperkuat di sisi SDM, salah satunya dengan target Kemenperin mencetak 1.000 teknopreneur tahun mendatang. Sinergi pemerintah pusat dan daerah akan mendorong tumbuhnya UKM yang inovatif dan berdaya saing.

3. UKM Daerah Go International

Salah satu keuntungan go online bagi bisnis adalah perluasan jangkauan pasar. Pemilik bisnis online dapat menerapkan strategi pemasaran digital yang fokus membidik pasar tertentu.

Menurut Niagahoster, strategi pemasaran digital yang efektif dapat menghemat anggaran marketing hingga 40%. Strategi digital marketing ini juga terbukti mendatangkan keuntungan 2,8 kali lebih besar daripada bisnis konvensional.

Baca Juga: Smartfren Rencana Ikut Uji Coba Palapa Ring Timur

Keunikan dan kekhasan produk Indonesia juga dapat dimanfaatkan oleh pemilik bisnis daerah untuk memasarkan produk ke luar negeri. Internet menghilangkan batas-batas antarnegara, yang membuat jangkauan pemasaran produk-produk daerah makin meluas. Keinginan untuk menembus pasar internasional ini juga diungkapkan Jokowi dalam pidatonya di peresmian Palapa Ring.

Saat ini Palapa Ring telah beroperasi dan siap digunakan oleh masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Masyarakat diharapkan untuk aktif memanfaatkan tol langit ini sebagai peluang memajukan perekonomian baik di level individu hingga daerah.

Tol langit ini merupakan upaya penyempurnaan infrastruktur untuk mendukung visi pemerintah lainnya, seperti 1.000 startup digital, 8 juta UKM, dan lain-lain.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement