Jumat 06 Sep 2019 03:17 WIB

Pengguna Android Perlu Waspada! Ponsel Kamu Rentan Dihack Loh

Pengguna rentan terhadap serangan phishing tingkat lanjut.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Pengguna Android Perlu Waspada! Ponsel Kamu Rentan Dihack Loh. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)
Pengguna Android Perlu Waspada! Ponsel Kamu Rentan Dihack Loh. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta -- Lebih dari satu miliar ponsel pintar dengan sistem operasi Android, rentan terhadap serangan siber yang berbahaya, menurut para peneliti. Bahkan untuk perangkat dari produsen terbesar di dunia yang banyak digunakan di Indonesia, seperti Samsung, LG, Huawei, hingga Sony sekalipun.

Laporan terbaru dari lembaga riset Check Point Research menemukan kelemahan keamanan yang membuat pengguna rentan terhadap serangan phishing tingkat lanjut. Dalam serangan itu, peretas berupaya mendapatkan informasi seperti nama pengguna dan kata sandi, melalui laman tiruan yang ia siapkan.

"Ratusan juta ponsel Android di seluruh dunia berisiko terkana serangan tersebut. Perangkat dari Samsung, Huawei, LG, dan Sony merupakan contoh Android yang terkena dampak," tulis lembaga riset dengan lebih dari 100 analis dan peneliti itu, dilansir dari TechRadar, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga: Dear Pengguna Facebook, 400 Jutaan Nomor Teleponmu Bocor di Internet

Ponsel Samsung dinilai paling berisiko terhadap serangan tersebut, karena perangkatnya tak memiliki pemeriksaan keaslian. Jika ada pesan singkat dari peretas yang meminta pengguna memasang aplikasi berbahaya, tak ada pemeriksaan terhadap identitas pengembangnya. 

Peneliti Keamanan, Check Point Software Technologies, Slava Makkaveev berujar, “Tanpa bentuk otentikasi yang kuat, mudah bagi peretas untuk meluncurkan serangan phishing melalui teknik over-the-air (OTA)."

Kelemahan itu memungkinkan peretas mencuri alamat surat elektronik (e-mail) pengguna menggunakan pesan singkat Android palsu yang dirancang khusus untuk mencegat semua lalu lintas surat elektronik dari dan menuju ponselnya.

"Mengingat betapa terkenalnya perangkat Android, hal tersebut sangat penting untuk diatasi," imbuhnya.

Baca Juga: Dear Pengguna Android, Cepat Uninstall 2 Aplikasi Berbahaya Ini!

Ponsel Android yang terpengaruh akan menggunakan cara OTA sehingga peretas bisa menggunakan jaringan operator seluler korban di ponsel mereka sendiri. Dalam hal ini, pesan singkat disamarkan sebagai teks 'perbarui pengaturan jaringan', seolah-olah yang mengirim adalah operator. 

Makkaveev menyampaikan, "Siapapun yang terhubung ke jaringan seluler dapat menjadi target serangan seperti itu, tak hanya yang terhubung dengan Wi-Fi. Hanya perlu satu pesan untuk mendapatkan akses penuh ke surat elektronik perangkat."

Check Point mengatakan kelemahan itu pertama kali terdeteksi pada Maret 2019 dan sudah menginformasikan hal tersebut kepada produsen yang perangkatnya telah terdampak.

Sejauh ini, Samsung dan LG telah merilis perbaikan, sedangkan Huawei akan meluncurkan penanganannya pada ponsel generasi berikutnya (Huawei Mate dan Seri P). Sementara itu, Sony menegaskan perangkatnya sudah memiliki sistem untuk menghadapi serangan phishing. 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement