Kamis 05 Sep 2019 12:49 WIB

Direktur SDM Pelindo I: Tunjangan Kinerja Harus Nendang

Pelindo terus melakukan pembenahan korporasi khususnya dalam pengelolaan SDM.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Direktur SDM Pelindo I M Hamied Wijaya.
Foto: Novita Intan/REPUBLIKA
Direktur SDM Pelindo I M Hamied Wijaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai salah satu BUMN pengelola pelabuhan terus melakukan pembenahan (transformasi). Perusahaan negara ini terlihat paling agresif dan inovatif dalam pembenahan korporasi selama lima tahun terakhir, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Direktur SDM Pelindo I M Hamied Wijaya mengatakan pihaknya melakukan transformasi SDM untuk mencapai ke titik keberhasilan. Salah satunya mengubah sistem penggajian bagi para karyawannya.

Baca Juga

“Tunjangan kinerja harus nendang, saya berhasil mengubah sistem penggajian. Transformasi SDM juga harus diimbangi dengan sikap tegas,” ujarnya saat acara Seminar Mengelola Proses Improvement yang Berdampak pada Pertumbuhan Bisnis dan Book Launch di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut dia, selama melakukan transformasi SDM khususnya berbasis digital bukanlah perkara mudah, manajemen harus menghadapi resistansi dari karyawan yang tidak mau berubah karena berada di zona nyaman. “Melalui digital bisa menghemat perseroan hingga Rp 10 miliar, kami sudah melaksanakan sejak 2015 lalu,” ucapnya.

Hamied menambahkan, lonjakan kinerja itu mendapat apresiasi luar dari publik, di antaranya tercermin dari serangkaian awards yang diterima PT Pelindo I dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Pengelolaan HRD di BUMN juga menjadi benchmark bagi perusahaan lain. “Kami berharap BUMN lain bisa mengikuti cara kerja SDM kami,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement