Sabtu 10 Aug 2019 07:09 WIB

ITC Masih Menjadi Tempat Perdagangan yang Menjanjikan

Animo pebisnis untuk bergabung di ITC tetap tinggi.

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Budi Raharjo
Suasana pusat perbelanjaan ITC Mangga Dua, Jakarta, Kamis (1/8).
Foto: Republika/Prayogi
Suasana pusat perbelanjaan ITC Mangga Dua, Jakarta, Kamis (1/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi (Division Head) ITC, Christine Natasha Tanjungan, menjelaskan pasang surut perekonomian global tidak serta merta membuat bisnis ritel lesu. Ia mengaku, aktivitas bisnis di 10 ITC tidak mengalami gangguan yang berarti.

"Kalau di ITC, baik ITC Mangga Dua ataupun ITC yang lain dampaknya tidak terlalu signifikan. Masih di bawah lima persen pengaruhnya," kata Christine saat ditemui Republika.co.id di ITC Mangga Dua, Kamis (1/8).

Penjelasan Christine tersebut didasarkan pada aktivitas bisnis di ITC Mangga Dua yang berjalan normal. "Secara keseluruhan normal, di lantai satu ataupun lantai berapapun, kegiatan bisnis tetap berjalan," ucapnya.

Selain didasarkan pada keramaian pengunjung. Christine juga menjelaskan, animo pebisnis untuk bergabung di ITC justru tetap tinggi. Bahkan, baru-baru ini, pihaknya telah menyepakati kerja sama dengan salah satu produk dari Malaysia.

"Satu bulan lalu saya barusan soft-opening di ITC Fatmawati, salah satu brand dari Malaysia," tutur Christine.

Kemudian, ia menambahkan, produk asal Malaysia itu juga menjalin kerja sama serupa untuk properti ITC yang lain. Produk tersebut tertarik untuk bergabung di ITC Depok dengan luas 900 meter persegi. "900 meter persegi itu tentu bukan hak kecil untuk satu ritel," ujarnya.

Di sisi lain, Ia juga menjelaskan, stabilitas bisnis ITC juga didukung dengan karakter pebisnis yang menjadi mitra. Menurutnya, pebisnis di ITC memiliki karakter daya tahan yang baik. Sehingga mereka tetap eksis di tengah tekanan ekonomi global.

"Selain itu, selama 20 tahun lebih. Kami juga melakukan berbagai macam adaptasi. Termasuk adaptasi dalam industri 4.0 yang sedang kami siapkan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di ITC Mangga Dua, Fato mengaku, ia memilih bergabung dengan ITC Mangga Dua karena tempat itu dikenal sebagai pusat perdagangan pakaian. Sehingga tempat tersebut tidak hanya menjadi rujukan bagi masyarakat DKI Jakarta saja. Melainkan juga sebagai rujukan bagi masyarakat dari seluruh Indonesia.

Selaku penanggung jawab toko Mo & Coo, Fato juga mengatakan, ITC Mangga Dua juga merupakan pusat perbelanjaan yang strategis. ITC Mangga Dua hanya berjarak satu kilometer dari Stasiun Jakarta Kota. Selain itu, ITC Mangga Dua juga hanya berjarak 2,5 kilometer dari Kota Tua Jakarta.

"Apalagi fasilitas di sini cukup lengkap. Sebentar lagi katanya mau dilengkapi wifi di seluruh gedung, itu akan sangat memudahkan pengunjung," ucap Fato.

Kemudian, Fato mengaku, selama berdagang sekitar satu tahun di ITC Mangga Dua. Ia belum pernah menemui kendala yang berarti. "Cuma pas demo-demo itu kemarin jadi agak sepi," ucapnya.

photo
Pedagang ITC Mangga Dua Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Pengunjung ITC Mangga Dua, Petty mengaku datang ke ITC lantaran tempatnya cukup strategis. Selain itu, ITC Mangga Dua juga menyediakan pakaian dengan beragam mode.

"Soalnya kalau beli online kadang nggak sama ukurannya. Kalau lihat barangnya langsung kan ngerti yang pas ukurannya apa," tutur Petty.

Selanjutnya, perempuan paruh baya asal Manado itu juga mengungkapkan. Selain pakaian, ITC Mangga Dua juga menyediakan kios-kios baru, mulai dari gerai makanan, hingga perawatan kecantikan (health and care). "Setiap liburan ke Jakarta pasti kesini (ITC Mangga Dua)," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement