Jumat 19 Jul 2019 13:07 WIB

RI-Singapura Kerja Sama Ekspor Hortikultura

Ekspor buah Indonesia ke Singapura tahun 2018 mencapai 3.043 ton

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya
Produk Hortikultura (Ilustrasi)
Foto: infopublik.org
Produk Hortikultura (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja sama Agribisnis Indonesia dengan Singapura atau Agribussiness Working Group (AWG) yang digelar di Singapore Food Agency Headquarter (SFA) pada Selasa (16/7) menghasilkan kesepakatan berupa perluasan ekspor hortikultura kedua negara.  Pertemuan tersebut mengagendakan pembahasan perkembangan di masing-masing working group (WG).

Adapun WG tersebut meliputi WG on Bintan Batam Karimun and Special Economic Zones, WG on Investment, WG on Man Power, WG on Transportation, WG on Agribusiness, dan WG on Tourism.

Baca Juga

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RR Liliek Sri Utami mengatakan, kinerja subsektor pertanian dalam forum AWG Indonesia-Singapura paling menonjol. Forum AWG ini, kata diw, mempunyai tiga sub Working Group (SWG) yang dievaluasi kinerja pelaksanaannya dengan Key Performance Indicators (KPI) dalam periode 2016-2020.

"Hingga akhir tahun 2018, hanya SWG on Agriculture yang telah memenuhi KPI, sedangkan SWG lainnya yaitu fish and fisheries products baru melaksanakan tiga kegiatan. Kementan selama ini selalu proaktif mengawal forum kerjasama ini,” ujar Liliek salam keterangan pers yang diterima Republika, Jumat (19/7). 

Liliek mengungkapkan, pihaknya mendorong peningkatan ekspor buah dan sayuran ke Singapura melalui pengembangan kawasan perbatasan dan korporasi. Berdasarkan catatannya, ekspor buah Indonesia ke Singapura tahun 2018 mencapai 3.043 ton, atau mengalami peningkatan sebesar 42 persen jika dibandingkan tahun 2017 sebanyak 2.140 ton. Kemudian, ekspor sayuran pada 2018 tercatat sebanyak 20.218 ton, naik 5 persen dibandingkan periode 2017 sebanyak 19.297 ton.

Program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, kata dia, juga akan terus didorong dan dipacu. Menurutnya, ekspor nanas pada tahun 2018 lalu berasal dari Karimun. Pihaknya juga mengusulkan agar tanaman obat dan tanaman hias bisa masuk dalam lingkup kerjasama forum AWG yang ada agar cakupan ekspor hortikultura bisa lebih luas lagi.

Terkait aturan perkarantinaan, Liliek menjelaskan, Kementan telah mengembangkan model kerjasama Electronic Certification (eCert) dalam  prosedur perkarantinaan untuk memfasilitasi ekspor dan impor produk buah, sayur, dan perikanan. Dia membeberkan, Singapura juga sudah berkomitmen untuk memfasilitasi usulan tersebut dan menghubungkan dengan pihak NParks yang menangani perkarantinaan disana.

Direncanakan, delegasi Singapura akan hadir ke Indonesia guna menjajaki perluasan ekspor pada forum Trade Expo Indonesia (TEI) pada 16-20 Juli 2019 di Jakarta. Liliek mengatakan, pelaksanaan expo tersebut diyakini mampu menjadi sarana temu bisnis baik pelaku industri buah dan sayuran bahkan perikanan antara kedua negara serta sarana promosi bagi produk unggulan Indonesia.

Guna menggenjot kemudahan dan percepatan ekspor, maka diplomasi perdagangan yang kuat dan berbagai kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah, dia optimistis ekspor ke Singapura ke depannya akan semakin meningkat.

Sebagai catatan, delegasi sidang AWG dari Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, diikuti perwakilan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, serta staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Sedangkan delegasi Singapura dipimpin oleh CEO SFA.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement