Senin 08 Jul 2019 21:31 WIB

TTIC Jawa Barat Diapresiasi Karena Gelar Cabai Murah

Harga cabai merah terus meningkat pascalebaran Idulfitri, hingga awal Juli.

Red: EH Ismail
Toko Tani Indonesia Center (TTIC)
Foto: Humas Kementan
Toko Tani Indonesia Center (TTIC)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) yang ada di provinsi melakukan intervensi harga cabai. Caranya dengan menjual cabai merah keriting dan cabai rawit merah murah.

"Jika disuatu daerah terjadi lonjakan harga cabai, kami minta Kepala Dinas Ketahanan Pangan melakukan Gelar Cabai Murah melalui TTIC.  Intervensi ini perlu dilakukan agar harga segera turun dan normal kembali," ujar Agung dikantornya, Senin (8/7). 

Agung pun mengapresiasi TTIC Jawa Barat yang pada hari ini melalukan gelar cabai merah. "Apa yang dilakukan TTIC ini sudah bagus dan kami apresiasi. Kami minta,  daerah lain juga bisa melakukannya, agar harga cabai bisa stabil kembali," ujarnya. 

photo
Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

Menurut Agung, TTIC bisa menjual cabai lebih murah dibanding dipasaran, karena bekerjasama dengan gabungan kelompoktani. "TTIC ini kan bekerjasama dengan gapoktan, sehingga harganya lebih murah, karena distribusinya lebih pendek," tambah Agung.  

Menurut Risfaheri, Kepala Distribusi dan Cadangan Pangan BKP yang juga penanggung jawab TTIC, beberapa daerah seperti Jambi, Sulawesi Utara, Bali, Banten segera akan menggelar cabai murah. 

"Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Kabupaten Bandung dalam seminggu ini mengalami kenaikan cukup tajam. Untuk menekan harga cabai di pasaran, kami melakukan gelar cabai murah melalui TTIC," ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jawa Barat Rusyandi di TTIC Jawa Barat komplek ruko Padasuka, (8/7). 

photo
Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

Menurut Rusyandi, TTIC yang berdiri sejak 2018 selain sebagai distribution center, juga memiliki peran strategis dalam melakukan gelar pangan murah ketika terjadi gejolak harga pangan. 

Dari informasi yang dihimpun, harga cabai merah terus meningkat pascalebaran Idulfitri, hingga awal Juli. Bahkan saat ini, cabai merah keriting di Bandung menyentuh harga Rp 90 ribu/kilogram,  sebelumnya masih di kisaran Rp 50 ribu- Rp 60/ kilogram.

Ditambahkan Rusyandi, pihaknya merencanakan menggelar Cabai murah hingga seminggu kedepan untuk mengintervensi pasar,  agar harga dapat normal kembali. 

Dalam sepekan kebelakang, harga cabai di pasar-pasar kota Bandung mengalami rata-rata kenaikan 5-10 persen setiap hari. Berdasarkan pantauan, di Pasar Kiaracondong harga Cabai Merah Keriting per 7 Juli Rp. 80.000/Kg. "Tentu ini memberatkan masyarakat yang pada umumnya mengkonsumsi cabai untuk keperluan sehari-harinya," ujar Rusyandi.

photo
Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri mengatakan, gelar cabai murah di TTIC Jabar ini sudah menjadi kewajiban TTIC provinsi melakukan aksi manakala terjadi fluktuasi harga pangan.  

Kerjasama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menggelar cabai ini tidak terlepas adanya peranan Kelompok Petani Cabai yang tersebar di Jawa Barat, khususnya yang menjadi binaan pemerintah, agar berperan aktif bersama-sama menstabilkan harga. Cabai merah digelontorkan dalam gelar cabai murah ini sebanyak 500 kilogram yang dibanderol dengan harga Rp 35 ribu per kilogram.

Titin (50), salah seorang pedagang makanan mengaku sangat terbantu adanya gelar cabai murah. Selama ini, dia kesulitan untuk membuat bumbu dagangannya, karena harga cabai mahal, sehingga harus mengurangi cabai merah dalam sambal yang dibuat. Namun pedasnya menjadi kurang. “Makanya ada gelar cabai murah ini sangat membantu,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Ali (48). Dia berharap OP ini dapat berlangsung lebih lama lagi sampai harga cabai benar-benar turun di tingkat pedagang pasar.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement