Jumat 21 Jun 2019 09:24 WIB

Fokus Segmen Rekreasi, Ancol Siapkan Investasi Rp 800 Miliar

Ancol akan melakukan penataan Taman Impian Jaya Ancol.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali (tengah) bersama anggota dewan direksi Bertho Darmo Poedjo Asmanto (kiri) dan  Agus Sudarno (kanan) berbincang sebelum menyampaikan paparan publik di Jakarta, Kamis (20/6). PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 1,284 triliun atau tumbuh 3,54 persen pada tahun 2018.
Foto: Putra M Akbar/Republika
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali (tengah) bersama anggota dewan direksi Bertho Darmo Poedjo Asmanto (kiri) dan Agus Sudarno (kanan) berbincang sebelum menyampaikan paparan publik di Jakarta, Kamis (20/6). PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 1,284 triliun atau tumbuh 3,54 persen pada tahun 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalokasikan anggaran belanja investasi sebesar Rp 800 miliar pada tahun ini. Anggaran ini akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur di segmen rekreasi, seperti pengembangan wahana baru dan perluasan kawasan pantai, pembangunan kolam renang dan restoran serta investasi layanan digital.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali  mengatakan pada tahun lalu perusahaan telah merealisasikan anggaran belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp 600 miliar. "Segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan perusahaan hingga 90 persen. Tahun lalu pendapatan perusahaan pada sebesar Rp 1,3 triliun," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6).

Baca Juga

Menurutnya pendanaaan belanja modal perusahaan mengandalkan modal internal, obligasi dan pinjaman bank. “Kami punya nett cash cukup besar. Untuk obligasi kita punya Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahun ini sebesar Rp 1 triliun,” ucapnya.

Sahir mengakui saat ini bisnis properti memang tengah lesu. Namun, perusahaan  memiliki rencana panjang dalam melakukan pembangunan pada sektor properti.

"Sementara untuk inovasi properti dalam tahap desain. Kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih sebesa 40 banding 60 persen," ungkapnya.

Perusahaan juga menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 20,3 juta pada tahun ini. Untuk mendorong target tersebut, perusahaan tidak hanya menghadirkan wahana baru, tetapi juga fokus dalam meningkatkan layanan dan ketersediaan infrastruktur bagi penunjung.

"Kami akan menyediakan area Parkir Bende, Krereta Sato-Sato, Bus Wara Wiri, Bus Khusus Difabel dan juga fasilitas public seperti toliet, mushola dan ruang istirahat pengemudi di Parkir Bende. Inovasi layanan teranyar dari perusahaan tahun ini dengan menghadirkan Ancol Smart City," ungkapnya.

Sahir melanjutkan rencana jangka panjang perusaahaan juga mencakup penataan Taman Impian Jaya Ancol menjadi tujuan rekrasi utama. Salah satunya dengan penataan pantai dari bundaran timur hingga ereveld.

Tak hanya itu, Taman Impian Jaya Ancol akan melengkapi sarana hiburan di area Dufan dengan membangun Dufan Hotel. Kemudian kawasan Putri Duyung, Ancol, rencananya akan dilengkapi dengan kolam renang dan restoran yang berskala resort dan Taman Impian Jaya Ancol juga akan menghadirkan fasilitas baru bagi pengunjung yakni Masjid Apung. Rencananya inissiasi Masjid Apung ini akan berdiri di atas dermaga apung Pantai Indah dengan luas tanah sekitar 2000 meter persegi.

"Diproyeksikan Masjid Apung di Taman Impian Jaya Ancol ini akan menjadi salah satu daya tarik dari kota Jakarta," ucapnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement