Senin 29 Apr 2019 10:22 WIB

Go-Food Kuasai 80 Persen Pasar Jasa Antar Makanan Online

Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
(kanan-kiri) Catherine Hindra Sutjahyo - Chief Food Officer Gojek Group, Nila Marita - Chief Corporate Affairs Gojek, dan Marsela Renata - Senior Marketing Manager Gofood mengaduk gado-gado sebagai simbolisasi pembukaan Harkulnas Gofood 2019.
Foto: dok. Gojek
(kanan-kiri) Catherine Hindra Sutjahyo - Chief Food Officer Gojek Group, Nila Marita - Chief Corporate Affairs Gojek, dan Marsela Renata - Senior Marketing Manager Gofood mengaduk gado-gado sebagai simbolisasi pembukaan Harkulnas Gofood 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manajemen aplikator layanan pesan antar makanan online, Go-Food optimistis dapat mencetak jutaan lapangan kerja baru. Langkah ini menyusul tren peningkatan jumlah mitra merchant yang hingga akhir 2018 telah menembus angka lebih dari 400 ribu.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan meningkatnya jumlah mitra Go-Food  tak lepas dari legitimasi merchant dan pengguna atas jasa dan layanan yang diberikan perusahaan.

Baca Juga

"Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung. Bukan tidak mungkin, usaha mitra merchant yang terus berkembang ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Senin (29/4).

Selain jasa dan layanan, menurut Catherine faktor yang juga menunjang Go-Food  menjadi pemimpin pasar jasa pesan antar makanan online di Indonesia didasarkan pada keandalan teknologi yang digunakan yakni Go-Biz, merupakan aplikasi khusus bag mitra Go-Food  yang dulunya dikenal sebagai Go-Resto.

Melalui Go-Biza, mitra merchant dapat memanfaatkan fitur-fitur unggulan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memanfaatkan fitur e-wallet Go-Pay, mengatur ketersediaan menu, mengatur jam operasional, melihat detail daftar pesanan dan fitur-fitur lainnya.

“Keamanan dan kenyamanan mitra merchant merupakan prioritas utama kami. Keseriusan ini tercermin dari upaya berkelanjutan mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh dan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi Go-Biz,” ungkapnya.

Aplikasi Go-Biz sendiri dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN untuk memastikan keamanan bagi para merchant. Hampir seluruh mitra merchant Go-Food  merasakan manfaat dan efektifitas aplikasi ini dalam mengelola dan meningkatkan bisnis mereka.

Mengacu hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDFB UI) menyatakan 93 persen merchant mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food.  Selain itu, 92 persen merchant yang bergabung dengan Go-Food juga mengakui bahwa aplikasi Go-Biz memudahkan bisnis mereka.

Sementara 87 persen merchant yang bergabung mengakui teknologi keamanan Go-Food  yang canggih, khususnya dengan menjamin transaksi dengan PIN antara mitra restoran dan mitra driver. Hasil riset ini juga mengatakan bahwa 87 persen merchant menilai layanan Go-Food lebih terpercaya dan lebih aman dibandingkan dengan kompetitor.

“Melihat kepercayaan mitra dan konsumen dalam memanfaatkan teknologi, Kami yakin Go-Food  tidak hanya dapat terus memimpin pasar Indonesia tapi juga memperkuat posisinya di Asia Tenggara," ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini Go-Food  memiliki lebih dari 400 ribu mitra merchant yang 96 persen diantaranya adalah pelaku UMKM kuliner. Dengan begitu, aplikasi pesan antar makanan online yang dibuat anak bangsa menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80 persen atau minimal empat kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement