Jumat 26 Apr 2019 16:23 WIB

Sepanjang 2019, BI Perkirakan Laju Inflasi 3,1 persen

Jelang Ramadhan, inflasi akan mengalami sedikit tekanan.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers tentang hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan April 2019 di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers tentang hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan April 2019 di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi sepanjang tahun ini sebesar 3,1 persen secara tahunan. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan prediksi bank sentral sebelumnya yang mencapai 3,2 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan laju inflasi tersebut masih sesuai dengan target bank sentral sebesar 3,5 persen minus satu persen. Adapun realisasi inflasi pada tahun lalu sebesar 3,12 persen.

Baca Juga

“Akhir tahun ini kita perkirakan inflasinya lebih rendah dari 3,5 persen, perkiraan kami mengarah ke 3,1 persen,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jumat (26/4).

Menjelang Ramadhan, kata Perry, laju inflasi akan mengalami sedikit tekanan hingga Hari Raya Idul Fitri. Meski dalam dua bulan terakhir, laju inflasi Maret 2019 tetap terkendali lantaran harga-harga masih dalam batas yang aman. 

Kemudian perkiraan inflasi pada April 2019 secara tahunan di posisi 2,74 persen menunjukkan perkembangan harga-harga pada bulan ini masih stabil. Sementara inflasi secara year to date (ytd), sambungnya, Bank Indonesia memperkirakan berada di posisi 0,71 persen. 

"Untuk inflasi Januari, Februari, Maret, hingga April, kita perkirakan (inflasi ytd) 0,71 persen. Itu masih tetap rendah," ucapnya.

Perry mengatakan, inflasi yang rendah tersebut dapat mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Bahkan dia memperkirakan konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di atas lima persen selama beberapa kuartal ini.

"Inflasi yang rendah itu bisa mendukung daya beli, mendukung konsumsi rumah tangga, yang masih tetap tinggi di atas lima persen," jelasnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi perkembangan harga pada Januari 2019 terjadi inflasi 0,32 persen (mtm) dan 2,82 persen (yoy). Sementara pada Februari 2019, secara mtm deflasi 0,24 persen sedangkan secara tahun ke tahun terjadi inflasi sebesar 2,57 persen.

Adapun pada Maret 2019, terjadi inflasi sebesar 0,11 persen secara mtm. Sedangkan secara yoy, inflasi pada saat itu tercatat sebesar 2,48 persen. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement