Kamis 07 Mar 2019 16:11 WIB

Ruas Tol Kertosono-Madiun Ditutup karena Banjir

Ruas tol yang ditutup ialah dari arah Caruban ke Madiun.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019).
Foto: Antara/Siswowidodo
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ruas Tol Kertosono-Madiun, tepatnya di kilometer 603-604 terpaksa ditutup karena tergenang banjir. Kepala Kepolisian Resor Madiun, Ajun Komisaris Besar Ruruh Wicaksono menjelaskan, ruas tol yang ditutup ialah dari arah Caruban ke Madiun.

Ruruh mengatakan penutupan dilakukan lantaran titik tersebut turut terendam banjir, akibat luapan air dari sungai di Desa Gelonggong, Kecamatan Balerejo. Ia mengatakan kkeetinggian air saat ini masih sekitar 50 sentimeter sehingga belum bisa dilewati kendaraan.

Baca Juga

"Kendaraan yang hendak ke Madiun atau Ngawi, diarahkan keluar tol di Caruban lalu masuk lagi di pintu tol Madiun," kata Ruruh dikonfirmasi Kamis (7/3).

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim juga mulai menerapkan rekayasa satu jalur untuk dua arah (contra flow) di tol Madiun-Ngawi mulai kilometer 602 sampai kilometer 607. Lawan arah atau conta flow dilakukan karena genangan air cukup tinggi di jalur sisi Madiun-Surabaya. 

photo
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). (ANTARA)

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKBP Bambang S Wibowo mengatakan, untuk keamanan pengendara pihaknya memasang pembatas jalan water barrier sepanjang empat kilometer mulai kilometer 602 sampai kilometer 607. "Karena yang satu jalur dari timur-barat (Madiun-Surabaya) tergenang air cukup tinggi, maka yang mengarah ke Surabaya (barat-timur) digunakan contra flow dua arah. Karena itu, pengguna jalan tidak boleh mendahului kendaraan di depannya, karena cuma satu jalur yang dipakai," ujar Bambang.

Bambang mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan. Sebab ada genangan air di beberapa titik, sehingga kondisi jalan menjadi licin dan rawan terjadi selip. "Antisipasinya tidak boleh kecepatan tinggi, maksimal 60 kilometer per jam," kata dia.

Bambang mengaku, sejauh ini, volume kendaraan dari barat cukup landai sehingga petugas tidak menemui kesulitan saat memasang water barrier sepanjang empat kilometer "Kami pasang pembatas mulai KM 602 sampai KM 607, masih di dalam tol Madiun-Ngawi. Kalau bergantian tidak efektif, maka kami kerjakan dua duanya," ujar dia.

photo
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). (ANTARA)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement