Ahad 10 Feb 2019 19:50 WIB

SCI: Kenaikkan Tarif Kargo Pesawat Memberi Efek Berantai

Kenaikkan tarif kargo dari maskapai sudah berlangsung sejak Juni 2018

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. ilustrasi
Foto: Antara/Aji Styawan
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai kenaikkan tarif kargo pesawat cukup signifikan. Dengan adanya hal tersebut menurut Setijadi akan memberatkan beberapa pihak.

Pihak pertama, kata dia, perusahaan jasa kurir atau kargo akan sangat terdampak. “Ini tentu akan harus menghitung ulang biaya operasionalnya dan tentu akan mengurangi marginnya,” kata Setijadi kepada Republika, Ahad (10/2).

Baca Juga

Selanjutnya, Setijadi menjelaskan pemilik barang yang melakukan pengiriman juga nantinya akan dikenakan biaya lebih tinggi. Belum lagi konsumen e-commerce menurut Setijadi juga akan menghadapi kenaikkan harga ongkos kirim.

Dengan kondisi tersebut, menurut Setijadi nantinya juga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan rakyat. “Ketika masyarakat membayar lebih tinggi tentu penurunan daya beli akan berdampak kepada penurunan kesejahteraan,” tutur Setijadi.

Dia menambahkan, dampak lainnya yaitu akan berpengaruh kepada daya saing produk yang pengirimannya menggunakan jalur udara. Setijadi menuturkan produk yang dikirim menggunakan jalur udara tidak menutup kemungkinan daya saingnya akan menurun.

“Dua hal ini tingkat kesejahteraan rakyat maupun daya saing produk ini sebenarnya menjadi tujuan utama dari logistik yang akan terganggu ketika ada kenaikkan biaya logistik,” jelas Setijadi.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) mengeluhkan tingginya tarif pengiriman kargo melalui jalur udara. Ketua Umum Asperindo Mohammad Feriadi mengatakan kenaikkan tarif kargo dari maskapai sudah berlangsung sejak Juni 2018 hingga Januari 2019 sebanyak enam kali.

Pertemuan antara pelaku usaha logistik dan maskapai pun sudah dilakukan setelha munculnya keluhan tersebut. Sekjen Asperindo Amir Syarifudin mengatakan sudah ada pembahasan mengenai persoalan tarif kargo.

Meskipun begitu, masih ada pertemuan kembali untuk mengupayakan penurunan tarif kargo. “Nanti ada tindak lanjut ke situ, soal itu kan B to B. Pemerintah memfasilitasi supaya ini jangan sampai ada kegaduhan, dan kita sudah sepakat tidak ada masalah,” jelas Amir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement