Rabu 16 Jan 2019 15:47 WIB

ASDP Ferry Indonesia Layani 7,1 Juta Penumpang pada 2018

Tahun ini ASDP Ferry Indonesia menargetkan sebanyak 8,6 juta penumpang

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry  Ira Puspadewi  menyampaikan paparannya pada acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (16/1/2019).
Foto: Darmawan / Republika
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi menyampaikan paparannya pada acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan telah melayani 7,1 juta penumpang selama 2018. Angka itu meningkat 4,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sekitar 6,8 juta.

Selanjutnya pada tahun lalu, perusahaan di bidang jasa angkutan penyebrangan laut ini melayani sebanyak 6,46 juta kendaraan. Hanya saja, untuk kendaraan roda dua mengalami penurunan sekitar 0,19 persen dari 4,16 juta unit pada 2017 menjadi 4,15 juta.

Sedangkan untuk muatan barang, sebanyak 882 ribu ton barang telah diangkut pada tahun lalu. Angka tersebut naik 15,6 persen dibandingkan realisasi pada 2017 yang sebanyak 763,8 ribu.

Semuanya dilayani atau diangkut oleh 151 unit kapal di 35 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Pencapaian angka produksi penyebrangan selama tahun lalu menunjukkan performansi positif. Dengan melihat tren kenaikan penumpang dan kendaraan, busa dibilang kapal ferry masih menjadi alternatif transportasi penumpang serta logistik yang diminati," ujar Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/1).

Tahun ini, kata dia, perseroan menargetkan sebanyak 8,6 juta penumpang, 6,84 juta kendaraan, dan 1,14 juta ton barang bisa dilayani. Ira mengatakan, pada awal 2019 ini, ASDP akan melakukan percepatan kinerja.

"Pada 2019 juga, ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antarpulau, tapi juga memperkuat sektor logistik. Kemudian mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat," jelas Ira.

Dirinya menyebutkan, salah satu yang menjadi fokus percepatan yakni pengembangan Terminal Eksekutif Merak dan Bakauheni agar beroperasi secara penuh. Dengan begitu bisa menjadi fasilitas dan destinasi bagi pengguna jasa penyebrangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement