Rabu 16 Jan 2019 19:16 WIB

ASDP Indonesia Rambah Bisnis Pariwisata

ASDP Indonesia berencana membuka dua jalur internasional

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
KMP Komodo, kapal wisata milik PT ASDP
Foto: dok. PT ASDP
KMP Komodo, kapal wisata milik PT ASDP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry mulai fokus mengembangkan bisnis pariwisata. Dari mulai membangun hotel, marina, hingga menyediakan kapal pariwisata.

"Terkait properti, yang sedang kita lakukan yakni menciptakan destinasi baru. Jadi orang datang ke Pelabuhan Labuan Bajo nggak hanya nyebrang tapi bisa ngopi di Marina, dan lainnya," ujar Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/1).

Perseroan juga akan membangun hotel setara bintang empat di Pelabuhan Bajo, Merak dan Bakauheni. "Kita memang ada beberapa yang dekat dengan tempat pariwisata. Jadi itu bagian yang akan kita kembangkan lima tahun ke depan," jelasnya.

Ira menuturkan, Maret tahun ini ditargetkan area komersial atau ritel di Labuan Bajo sudah mulai jalan. Sedangkan hotelnya kemungkinan buka mulai Agustus 2019.

"Di Pelabuhan Merak dan Bakauheni juga akan dibangun hotel. Hanya saja hotelnya berbeda dengan yang di Labuan Bajo," katanya.

Dalam mengembangkan bisnis pariwisata, ASDP mengaku menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Apalagi, perseroan berencana pula membuka jalur internasional dari Maritaing (Nusa Tenggara Timur) ke Dili (Timor Leste) dan dari Dumai (Riau) ke Malaka (Malaysia).

"Karena itu proyek yang sangat multisektoral maka kita nggak bisa sendirian. Kita kerja sama dengan Kemenpar, Dirjen Bea Cukai, juga imigrasi," ujar Ira.

Mantan Direktur PT Pos Indonesia ini menjelaskan, kedua jalur tersebut dipilih karena ada hubungan tradisional antara Indonesia dengan dua negara tersebut. "Angka wisatawan dari sana besar ke Indonesia, jadi kita mau ambil itu," jelasnya.

Sementara untuk kapal wisata, dia menyebutkan, saat ini baru dua kapal yang didekasikan untuk wisata salah satunya di Labuan Bajo. Ke depannya akan disiapkan lebih banyak lagi.

Direktur Teknik dan Operasional ASDP Indonesia Ferry La Mane menambahkan, beberapa daerah akan disediakan kapal wisata. Di antaranya di Sorong, Papua.

"Itu untuk mengangkut pergerakan wisata dari Sorong ke Raja Ampat," katanya pada kesempatan serupa. La Mane menambahkan, beberapa daerah yang memiliki lonjakan wisata pun akan disiapkan kapal tersebut.

Sebagai informasi, pada 2019 ASDP telah menyiapkan modal sebesar Rp 2,2 triliun. Dana tersebut rencananya digunakan untuk ekspansi bisnis termasuk pengembangan bisnis pariwisata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement