Kamis 05 Feb 2026 07:56 WIB

Danantara Ungkap Groundbreaking Proyek Hilirisasi Digelar di 6 Lokasi

Proyek hilirisasi mencakup sektor bauksit, aluminium, hingga bioavtur.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Foto: dok BKPM
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mengumumkan groundbreaking atau peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi pada Jumat (6/2/2026). Kabar ini disampaikan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani usai rapat kerja tertutup dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

"Groundbreaking-nya pada 6 Februari 2026, sore hari ya, rencananya secara bersamaan di enam lokasi dari Kalimantan Barat, Cilacap, hingga Banyuwangi," kata Rosan.

Baca Juga

Sebelumnya, Rosan mengatakan keenam proyek tersebut meliputi hilirisasi bauksit, aluminium, bioavtur, kilang, hingga proyek budi daya unggas.

"Makanya tadi saya sempat menyinggung di Kalimantan Barat itu investasinya kurang lebih 2,8 miliar dolar AS," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Selain Kalimantan Barat, Rosan mengatakan proyek hilirisasi bioavtur akan dilakukan di Cilacap dan Banyuwangi. Kemudian, terdapat lima proyek hilirisasi peternakan di lima daerah dari total target 13 lokasi.

"Kita lihat yang sudah selesai feasibility study dan sudah bagus itu ada lima. Detailnya nanti kita akan bisa berikan lebih lanjut," ucap pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut.

Rosan menyampaikan realisasi investasi di sektor hilirisasi terus mengalami tren yang menggembirakan. Rosan menyebut realisasi investasi hilirisasi berkontribusi 30,2 persen dari total capaian realisasi investasi 2025 sebesar Rp 1.931,2 triliun.

"Kalau dulu saya masih ingat realisasi investasi dari hilirisasi itu 25 persen, sekarang sudah di level lebih dari 30 persen," ucap Rosan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement