Rabu 09 Jan 2019 15:56 WIB

Garudafood Gelar Trauma Healing Bagi Siswa Korban Tsunami

Program Garudafood Sehati fokus pada terapi psikis anak.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda
Petugas membersihkan puing-puing rumah dan sampah pasca terjangan tsunami Selat Sunda di Kampung Teluk Nelayan I, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (9/1/2019).
Foto: Antara/Harosan Akhmad
Petugas membersihkan puing-puing rumah dan sampah pasca terjangan tsunami Selat Sunda di Kampung Teluk Nelayan I, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (9/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan Garudafood kembali menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban tsunami Selat Sunda di SD Negeri Teluk 01 Labuan, Banten. Kegiatan trauma healing diberikan dalam bentuk mendongeng, menggelar permainan yang edukatif dan kegiatan lainnya.

"Kami harap kegiatan trauma healing ini bisa menghibur anak-anak korban pascatsunami. Sehingga anak-anak bisa kembali belajar dan semangat belajar," kata Head of Corporate Communication Garudafood, Dian Astriana melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Rabu (9/1)

Dian menjelaskan, proses trauma healing yang dilakukan relawan Garudafood melibatkan komunitas Kampung Dongeng Indonesia (KaDo). Kegiatan yang digelar selama dua hari itu diikuti ratusan siswa dari sekolah tersebut.

"Program Garudafood Sehati fokus pada terapi psikis anak, mengingat dampak yang ditimbulkan pascabencana sangat besar bagi pertumbuhan terutama psikologis dan sosio emosional," ujarnya.

Kegiatan itu, lanjut Dian, dapat memotivasi anak untuk tidak takut, bersikap ceria dalam keseharian dan tetap waspada ketika bencana datang. Diharapkan, proses recovery dapat berjalan lancar sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Pada kesempatan yang sama, relawan Garudafood memberi bantuan ribuan produk makanan minuman kepada siswa peserta trauma healing dan sejumlah pengungsi di sekitar sekolah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement