Kamis 27 Sep 2018 16:36 WIB

Indonesia Berharap Tetap Dapatkan Fasilitas GSP dari Amerika

Saat ini sebanyak 3.457 pos tarif HS mendapat fasilitas GSP dari Amerika Serikat

Perang dagang AS vs Indonesia
Foto: republika
Perang dagang AS vs Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan fasilitas pembebasan bea masuk dari Amerika Serikat (AS) berupa generalized system of preferences (GSP) berpotensi meningkatkan ekspor produk Indonesia. Karenanya, pemerintah Indonesia berharap fasilitas GSP ini tetap diberikan oleh AS.

"Kita yang pasti sekarang dari 3.457 Harmonized System (HS), termasuk perikanan di dalamnya, yang mendapat fasilitas GSP, harus tetap dapat fasilitas. Kita memang tidak berbicara sektor. Kalau itu dicabut, maka ya termasuk perikanan akan kena," kata Oke kepada Antara di Jakarta, Kamis (27/9).

Menurut Oke, yang terpenting saat ini adalah mempertahankan agar Indonesia tetap mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk. Pemerintah Amerika Serikat akan mengumumkan kebijakan baru mengenai fasilitas GSP untuk Indonesia pada November mendatang.

Kendati demikian, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor produknya, termasuk perikanan, jika tetap mendapatkan GSP di tengah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina.

"Jadi kalau tarifnya tetap di bawah, maka kita bisa bertahan atau meningkatkan. Harapannya meningkat kan kalau yang lain dicabut GSP nya. Iya, makanya kan ada kesempatan kita. nah masalahnya kita masih dapat fasilitas DSP atau enggak dari Amerika, nanti November diputuskan oleh mereka," papar Oke.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement