Jumat 31 Aug 2018 21:01 WIB

Menteri Rini Harapkan Digitalisasi SPBU Dipercepat

Stok BBM seringnya tidak akurat.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan warga di SPBU Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6).
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan warga di SPBU Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengharapkan peecepatan digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Saat ini PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sudah melakukan penandatanganan Perjanjuan Kerja Sama (PKS) untuk pengoperasian pom bensin atau nozzel dengan sistem digital. 

Rini meminta percepatan tersebut karena saat ini data mengenai penyaluran dan pasokan sangat jauh dari akurat sehingga menghadapai situasi kelangkaan BBM. "Karena cara kita menyimpan stok di mana itu nggak tepat karena tidak akurat," kata Rini di Kementerian BUMN, Jumat (31/8). 

Hal itu menurutnya sangat mempengaruhi untuk pengambilan keputusan yang akurat dan bersih mengenai stok dan penyaluran BBM. Untuk itu, Rini meminta sistem digitalisasi SPBU tersebut dapat dilakukan secepat mungkin di seluruh SPBU Pertamina sehingga data yang dimiliki akurat. 

Baca juga, Pom Bensin akan Dioperasikan Secara Digital

Rini mengharapkan tim ritel Pertamina bisa melakukan hal tersebut agar data kebutuhan akan BBM menjadi akurat. "Sehingga stok yg dipegang Pertamina akan tepat. Jangan kekurangan tapi jangan juga berlebihan karena cost memegang stok akan mahal sehingga menggerus keuntungan Pertamina," jelas Rini. 

Meskipun ingin dipercepat, Rini paham setelah adanya penandatanganan antara Pertamina dan Telkom Indonesia masih membutuhkan waktu untuk merealisasikannya. Hanya saja Rini tetap meminta percepatan tersebut dan Pertamina bersama Telkom Indonesia terus berkomunikasi. 

"Saya tahu tidak mudah karena banyak stakeholder yang harus dirangkul. Dengan adanya komunikasi antara Bu Nicke (Dirut Pertamina) dan Pak Alex (Dirut Telkom Indonesia) diharapkan digitaliasi SPBU untuk membuat data akurat dapat terlaksana sehingga 2018 bisa memberikan yang terbaik," jelas Rini. 

Kerja sama digitalisasi SPBU antara Pertamina dan Telkom Indonesia  rencananya akan dibangun bertahap pada 5.518 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Digitalisasi tersebut dibuat untuk meningkatkan transparansi pasokan dan keakuratan data pasokan hingga konsumsi BBM di setiap SPBU. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement