Kamis 21 May 2026 19:39 WIB

Kredit Perumahan BTN Hampir Sentuh Rp3 Triliun, Jawa Barat Tertinggi

KPP Supply hadir untuk memperkuat kapasitas pengembang dalam membangun perumahan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kredit perumahan PT Bank Tabungan Negara atau BTN hampir menembus Rp3 triliun hingga pertengahan Mei 2026. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan penyaluran pembiayaan terbesar, terutama untuk mendukung pembangunan rumah oleh pengembang.

BTN mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp2,97 triliun hingga 18 Mei 2026. Nilai itu terdiri atas KPP Supply sebesar Rp1,98 triliun dan KPP Demand Rp987 miliar.

Baca Juga

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan kebutuhan rumah masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan proyek dari pengembang agar penyaluran pembiayaan berjalan efektif.

“KPP Supply hadir untuk memperkuat kapasitas pengembang dalam membangun proyek perumahan, sementara KPP Demand memastikan masyarakat memiliki akses pembiayaan yang terjangkau untuk memiliki rumah,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

BTN mencatat penyaluran KPP Supply sudah mencapai sekitar 33 persen dari target tahun ini sebesar Rp6 triliun. Sementara KPP Demand telah menyerap sekitar 25 persen dari kuota Rp4 triliun.

Secara nasional, Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam penyaluran KPP Supply. Wilayah tersebut dinilai masih memiliki kebutuhan tinggi terhadap pembangunan rumah baru, terutama di kawasan penyangga perkotaan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement