Rabu 01 Feb 2023 05:30 WIB

Pertamina Klaim Berhasil Tekan Subsidi BBM

Verifikasi MyPertamina dan digitalisasi SPBU mampu menurunkan volume BBM bersubsidi.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Nicke menjelaskan, langkah Pertamina menyalurkan melalui verifikasi MyPertamina dan digitalisasi SPBU mampu menurunkan volume BBM bersubsidi.
Foto: Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Nicke menjelaskan, langkah Pertamina menyalurkan melalui verifikasi MyPertamina dan digitalisasi SPBU mampu menurunkan volume BBM bersubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menjelaskan sepanjang 2022 kemarin menyalurkan 61,37 juta kiloliter BBM bersubsidi baik Pertalite maupun solar. Realisasi penyaluran ini lebih rendah dari perkiraan di awal tahun yang dialokasikan 62,26 juta kiloliter.

Direktur Utama Nicke Widyawati menjelaskan, realisasi volume penyaluran BBM bersubsidi yang di bawah perkiraan ini menunjukan keberhasilan Pertamina menyalurkan BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Nicke menjelaskan, langkah Pertamina menyalurkan melalui verifikasi MyPertamina dan digitalisasi SPBU mampu menurunkan volume BBM bersubsidi.

Baca Juga

"Kami melakukan penerapan subsisdi tepat sasaran melalui My pertamina dan digitalisasi SPBU ini berhasil menakan volume solar subsidi maupaun pertalite," ujar Nicke di Komisi VI DPR RI, Selasa (31/1/2023).

Secara total penurunan satu persen ini akan berdampak signifikan pada APBN sebagai pengampu dana subsidi. Ia pun berharap ke depan BBM bersubsidi bisa semakin tepat sasaran. Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat.

Realisasi volume penyaluran ini sesuai dengan penurunan anggaran subsidi BBM pada tahun lalu. Data Kementerian ESDM mencatat realisasi subsidi energi pada 2022 mencapai Rp 157,6 triliun. Realisasi ini memang lebih rendah dari yang dianggarkan pemerintah sebesar Rp 211,1 triliun. Dari realisasi tersebut, untuk subsidi BBM dan LPG menyedot Rp 97,8 triliun.

Sedangkan pada 2023 pemerintah menganggarkan RP 209,9 triliun untuk subsidi energi. Khusus untuk subsidi BBM dan LPG, pemerintah memperkirakan butuh Rp 139,4 triliun.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan pada tahun lalu memang terjadi penurunan realisasi subsidi eneri. Kondisi harga minyak dunia yang melambung tinggi di awal 2022 memaksa pemerintah mengubah alokasi subsidi energi. Namun, faktanya di kuartal ketiga dan keempat 2022, justru pergerakan harga minyak dunia menurun disusul dengan nilai tukar rupiah yang menurun juga.

"Terutama penurunan ini, kita lihat di BBM, dan elpiji ini tidak separah seperti yang kita perkirakan sebelumnya. Karena pada 2022 asumsi harga minyak mentah kita yang tadinya tinggi, ternyata menjelang kuartal tiga dan empat terjadi penurunan," ujar Arifin, awal pekan ini.

Baca juga : Viral Kucing Dikarungin yang Diduga untuk Dibuat Bakso, Ini Kata Kapolsek Bogor

 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement