Sabtu 04 Aug 2018 21:19 WIB

Kementan Sukses Cetak Solok Tulang Punggung Bawang Sumatera

Tahun 2017 Indonesia meningkatkan ekspor bawang merah 10 kali lipat dari 2016

Red: EH Ismail
Dirjen Hortikultura Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti, Solok.
Dirjen Hortikultura Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti, Solok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya masif Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot produksi bawang merah nasional membuahkan hasil gemilang. Tak sekedar mampu mencetak rekor swasembada, tiga tahun terakhir ini Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mencetak hatrick ekspor bawang merah dengan volume semakin meningkat tiap tahunnya.

Saat pelepasan ekspor bawang merah di Brebes pada 1 Agustus 2018, Menteri Amran mengatakan, 2017 lalu Indonesia bisa meningkatkan ekspor hampir 10 kali lipat dari 2016.  "Pada 2018 kami optimis bisa ekspor bawang merah 15 ribu ton atau naik dua kali lipat dari tahun lalu," kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (4/8).

Dirjen Hortikultura Suwandi menjelaskan, kunci keberhasilan swasembada bawang merah adalah penataan dan penumbuhan sentra produksi yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Ia mengatakan, saat ini hamparan bawang merah dalam skala luas tidak lagi hanya dijumpai di Brebes, Cirebon atau Nganjuk, namun sudah menyebar di Solok, Bali, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya.

"Solok kini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah terbesar di Sumatera dengan luas panen lebih dari 7.300 hektar setahun. Khusus Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 hektar lebih. Ini luar biasa. Kesuksesan Solok saat ini tak lepas dari peran kunci Mentan dalam membangkitkan gairah petani setempat untuk memperluas tanam sejak 2016 lalu,” ujar Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti, Solok.

Menurut dia, dengan penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan rata-rata konsumsi per kapita bawang merah 2,57 kg per tahun, maka Sumbar diperkirakan hanya butuh pasokan sekitar 14 ribu ton per tahun. Sementara produksi bawang merah Sumatera Barat pada 2017 sudah mencapai  955 ribu ton. Dari jumlah tersebut, 825 ribu ton diantaranya dihasilkan dari Solok. Selebihnya dihasilkan dari kabupaten lain seperti Agam, Solok Selatan dan Tanah Datar.

"Artinya, produksi bawang merah dari Sumbar sudah sangat surplus sehingga mampu mengisi kebutuhan Pulau Sumatera seperti Sumut, Sumsel, Riau, Jambi, bahkan menembus pasar Jabodetabek," ujar Suwandi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Chandra menjelaskan kawasan aneka bawang sangat prospektif di Kabupaten Solok, Agam dan Tanah Datar. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung penuh kawasan pengembangan bawang merah di solok yang luas panennya mencapai 8 ribu hektare dan potensi pengembangan bawang putih mencapai 5 ribu hektare.

“Pendekatan yang kami lakukan saat ini untuk bawang merah adalah memperkuat hilirisasi dengan mendorong industri pengolahan pascapanen seperti industri pasta, minyak bawang merah, dan mengawal manajemen tanam secara ketat sehingga stabilisasi pasokan dan harga aman. Untuk pengembangan bawang putih kami siap menyukseskan swasembada bawang putih tahun 2021 sesuai yang diamanahkan Bapak Menteri Pertanian,” tutur Chandra.

Kepala Dinas Pertanian Solok Admaizon menambahkan, selain di Kecamatan Lembah Gumanti, sentra bawang merah Solok juga terdapat di Lembang Jaya (860 hektare), Danau Kembar (567 hektare), Pantai Cermin  (479 hektare) dan melebar ke kecamatan lain sekitarnya.

Varietas bawang merah yang ditanam antara lain SS Sakato, Singkil Medan,  Gajah, Bima Brebes dan Maja Cipanas. “Umumnya varietas tersebut telah beradaptasi dengan kondisi alam Solok yang beriklim dingin,” terang dia.

Lebih jauh Admaizon menambahkan, pihaknya juga sedang gencar mendorong ekspansi tanam bawang putih di Lembang Jaya, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Gunung Talang untuk mendukung program swasembada bawang putih nasional 2021. "Ke depan kami ingin jadikan Solok sebagai lumbung se-Sumatera untuk bawang merah dan bawang putih sekaligus,” paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement