Senin 07 May 2018 00:14 WIB

Asian Games 2018 Harus Beri Dampak Bagi Pelaku UKM

Perajin songket di Sumatra Selatan akan diuntungkan dari gebyar Asian Games

Rep: Melisa Riska Putri / Red: Hazliansyah
AAGN Puspayoga
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
AAGN Puspayoga

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Gelaran Asian Games 2018 harus bisa memberikan dampak positif bagi keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya di Sumatra Selatan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan. Diperkirakan lebih dari 5 ribu atlet dan offisial termasuk suporter dari masing-masing negara peserta akan mengunjungi Palembang pada Agustus mendatang.

"Masyarakat UKM di Indonesia harus mensyukuri hadirnya event internasional itu. Karena, dengan Asian Games 2018 di Indonesia, maka produk-produk UKM kita akan tumbuh dan ekonomi kerakyatan akan berkembang," ujar Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga saat membuka acara Lokakarya Nasional, Open Forum dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Tahun Buku 2017, di Palembang, Sumsel, Ahad (6/5).

Ia menambahkan, para UKM yang bergerak di sektor usaha kuliner, kerajinan tangan (souvenir), termasuk para perajin songket di Sumatra Selatan akan hidup dan diuntungkan dari gebyar Asian Games 2018.

"Oleh karena itu, saya berharap agar souvenir-souvenir yang disiapkan, terutama kain Songket, merupakan produk handmade para perajin, bukan hasil mesin. Kalau Songket hasil produksi mesin, kasihan para perajin Songket," katanya.

Ia meyakini bila dengan hasil mesin, maka produk UKM bisa tergilas oleh produk asal Cina maupun India. Keunggulan dan kekhasan produk UKM di tanah air adalah buatan tangan sehingga harus terus dipertahankan sampai kapan pun.

Ia juga optimistis Songket Palembang mampu menjadi buruan spesial para pelancong Asian Games.

"Pada penyelenggara Asian Games, saya titip gerakan ekonomi kerakyatan bisa terasa sampai ke masyarakat bawah dengan adanya Asian Games," kata Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Puspayoga juga mendorong agar Koperasi Kredit (Kopdit) di seluruh Indonesia melakukan ekspansi dalam melebarkan jaringan usahanya. Ia mencontohkan beberapa Kopdit yang sukses membangun unit usaha produktifnya, seperti Keling Kumang, Lantang Tipo, Obor Mas dan sebagainya.

"Sudah ada Kopdit yang sukses di usaha perhotelan. Bahkan, salah satu anak usaha Kospin Jasa yang bergerak di sektor asuransi sudah listing di lantai bursa efek Indonesia. Itu prestasi yang bisa diikuti oleh Kopdit-Kopdit lainnya," kata Menkop UKM.

Contoh-contoh sukses tadi, lanjut Puspayoga, merupakan bukti konkret jika koperasi dikelola secara baik dan profesional, maka akan menghasilkan sebuah koperasi berkualitas, layaknya kinerja sebuah perusahaan.

"Karena, yang juga harus diingat, membangun koperasi merupakan satu-satunya solusi bila ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan pemerataan kesejahteraan," tegas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement