Kamis 03 May 2018 15:13 WIB

Pemerintah akan Tambah Subsidi Solar Rp 500-1.500 per Liter

Pertamina harus menghadapi pergerakan harga minyak dunia yang masih tinggi.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Teguh Firmansyah
Solar bersubsidi (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Solar bersubsidi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menambah subsidi solar agar bisa membantu mengurangi beban Pertamina.

 

Kendati masih dalam perhitungan, Djoko memprediksi penambahan subsidi solar akan berkisar Rp 500 hingga Rp 1.500 per liter. "Iya kira-kira lah. Perhitungan sementara ya. Masih kasar," ujar Djoko di kantor Kementerian ESDM, Kamis (3/5).

Djoko menjelaskan, keputusan ini diambil karena Pertamina harus menghadapi pergerakan harga minyak dunia yang masih tinggi. Saat ini harga minyak dunia menembus angka 65 dolar AS per barel.

 

Baca juga, Laba Pertamina Anjlok, Pemerintah Tambah Subsidi Solar. 

 

Djoko menjelaskan, terkait rencana ini pihak Kementerian ESDM sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam waktu dekat, pemerintah akan berbincang dengan Komisi VII DPR RI terkait hal ini. "Kalau memang harus meminta persetujuan parlemen, ya nanti kita ajukan, kan tiap tahun ada APBN Perubahan," kata Djoko.

Naiknya harga minyak dunia dan keputusan pemerintah tidak menaikkan harga jual BBM memaksa Pertamina harus menelan pil pahit penurunan laba bersih. Pada 2017, Pertamina hanya mencatat laba bersih sebesar Rp 34,41 triliun. Laba bersih ini anjlok sebesar 24 persen jika dibandingkan pada 2016 silam yang sebesar Rp 42,3 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement