Selasa 03 Apr 2018 15:04 WIB

Isi Ulang e-Money di Toko Ritel Susah? Ini Sebabnya

Toko ritel masih menggunakan jaringan teknologi 2G

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani
Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9).
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9).

REPUBLIKA.CO.ID,  DENPASAR -- Pengguna uang elektronik (e-Money) dari Bank Mandiri kerap mengeluhkan susahnya melakukan isi ulang atau top up di beberapa merchant, seperti Indomart. Pegawai toko sering mengeluhkan sistem sedang offline atau mesin EDC Mandiri rusak.

Manager Digital Expansion Telkomsel Bali dan Nusa Tenggara, Indra Dwi Hariadi mencoba menjelaskan penyebabnya. Mesin EDC yang beredar di merchant dan toko-toko ritel lain saat ini mayoritas masih menggunakan jaringan teknologi generasi kedua (2G).

"Sementara operator, seperti Telkomsel sudah mulai mencabut signal 2G. Di Kuta misalnya, tidak ada lagi 2G, sehingga dipastikan mesin EDC mana pun tidak bisa dipakai di sana," kata Indra dalam Edukasi Gerakan Nasional Nontunai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Denpasar, Selasa (3/4).

Saat ini operator sudah beralih ke 4G. Telkomsel mulai mencabut signal 2G karena investasinya terlalu besar. Mayoritas pelanggan Telkomsel saat ini menggunakan 4G dan 3G.

"Jadi, mesin EDC diarahkan ke 3G atau 4G saja," katanya.

Untuk menyukseskan Gerakan Nasional Nontunai, Telkomsel memiliki layanan uang elektronik bernama TCASH. TCASH bisa digunakan semua pelanggan Telkomsel untuk bertransaksi nontunai dengan sangat mudah, kapan pun, dan dimana pun. TCASH berfungsi layaknya rekening bank yang fleksibel dan tanpa adanya bunga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement