Kamis 29 Mar 2018 20:08 WIB

Selain Ikan Kaleng, Masyarakat Harus Waspadai Ini...

Ikan-ikan di pasaran yang diawetkan dengan menggunakan formalin perlu ikut diwaspadai

Rep: Farah Noersativa/ Red: Budi Raharjo
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing di salah satu pusat perbelanjaan, di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (29/3).
Foto: Antara
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing di salah satu pusat perbelanjaan, di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (29/3).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Akademisi Tekhnologi Hasil Perikanan Universitas Diponegoro Semarang, Fronthea Swastawati menyebut tak hanya ikan kaleng yang harus diwaspadai oleh masyarakat dalam peredarannya. Peredaran ikan yang diawetkan dengan menggunakan formalin dan boraks juga patut diwaspadai oleh masyarakat.

“Sebetulnya yang masih perlu diwaspadai adalah adanya ikan-ikan yang ada di pasaran yang diawetkan dengan menggunakan formalin,” kata Fronthea saat dihubungi Republika, Kamis (29/3).

Ia menyebutkan penggunaan formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan segar masih dilakukan oleh banyak oknum. Padahal, ia menyebut ikan segar paling baik diawetkan dengan menggunakan es. “Namun, masih banyak nelayan-nelayan kita yang menggunakan formalin untuk mengawetkan ikan setelah dilakukan penangkapan. Ini yang tidak diperbolehkan,” kata dia.

Fronthea mengatakan, masyarakat bisa mewaspadai ikan-ikan segar yang diawetkan dengan menggunakan formalin melalui beberapa cara. “Cara yang pertama adalah melihat permukaan dari ikan. Bila ikan terlihat mengkilap, maka patut dicurigai pengawetannya menggunakan formalin,” tuturnya.

Cara kedua adalah dengan melihat bagian insang ikan. Ikan yang dilumuri formalin memiliki insang yang berwarna hitam. “Selain itu baunya juga tidak amis natural, itu patut diwaspadai,” kata dia.

Dan cara yang terakhir adalah dengan mengetahui harga dari ikan itu. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur membeli ikan yang murah karena kemungkinan diawetkan dengan formalin.

Fronthea menuturkan, di tengah-tengah masyarakat sendiri juga terdapat stigma yang salah mengenai pengawetan ikan dengan menggunakan es. Masyarakat menganggap, ikan yang diawetkan dengan menggunakan es adalah ikan yang kualitasnya sudah mulai turun.

“Padahal itu pandangan yang salah. Es itu adalah pengawet terbaik ikan segar. Sehingga, stigma masyarakat pun juga harus mulai diperbaiki,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement