Sabtu 10 Feb 2018 15:07 WIB

Ahli Sistem Keamanan Imbau Pemilik Bitcoin untuk Waspada

Para pelaku kejahatan siber menggunakan botnet atau trojan demi meretas uang virtual.

Rep: Nora Azizah/ Red: Gita Amanda
Peretas (Ilustrasi)
Foto: VOA
Peretas (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli perusahaan sistem keamanan asal Rusia, Kaspersky Lab, mengimbau para pemilik bitcoin atau mata uang virtual untuk waspada. Mata uang virtual memiliki kerentanan serangan malware. Para pelaku kejahatan siber menggunakan botnet atau trojan untuk meretas dompet berisi uang virtual.

"Nilai bitcoin semakin meninggi, hal tersebut memengaruhi peredaran malware bitcoin," ujar General Manager South East Asia (SEA) Kaspersky Lab, Sylvia Ng, dalam sebuah pernyataan tertulis, Sabtu (10/2).

Para ahli Kaspersky Lab menemukan, pelaku mendistribusikan trojan melalui pesan. Kemudian botnet dilepas untuk menambang dengan memanfaatkan perangkat bergerak, seperti Loapi. Sylvia menjelaskan, para pelaku saat ini tidak hanya sekadar menggunakan malware tetapi juga menawarkan layanan dan produk ilegal di dalam deep web.

Beberapa serangan terhadap mata uang virtual juga kerap terjadi. Aksi serangan terhadap BitFloor, yakni bursa mata uang virtual terbesar di Amerika Serikat (AS) belum bisa dterlupakan. BitFloor terpaksa berhenti beroperasi pada 2012 setelah penyerang berhasil menyusup ke server dan mencuri mata uang senilai 250 ribu dolar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, belum lama ini para penjahat siber menyerang Coinheck, yakni salah satu bursa mata uang virtual di Jepang. Para peretas berhasil mencuri mata uang virtual sebesar 53 miliar yen atau senilai 530 juta dolar AS. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa sistem keamanan dan pembentukan regulasi terkait uang di dunia maya masih lemah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement