Kamis 18 Jan 2018 01:16 WIB

Landasan Pacu Bandara Kertajati akan Diperpanjang

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini
Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proses perpanjangan landasan pacu Bandara Kertajati, Jawa Barat. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan akan memperpanjang landasan pacu di bandara tersebut.

Dia mengatakan hal itu dilakukan agar bandara tersebut bisa mengakomodasi operasional pesawat yang berbadan besar. "Pastinya landasan harus bisa untuk operasional penerbangan haji," kata Agus, Rabu (17/1).

Saat ini landasan pacu yang sudah terbangun baru berukuran 2.500 meter dengan apron 576 meter. Apron ini tersebut mempunyai sepuluh parking stand untuk pesawat narrow body sejenis Boeing B737 series dan Airbus A320 series.

Selain itu, bisa dipakai untuk parkir empat pesawat wide body seperti pesawat Boeng 747 dan B777 series. Begitu juga dengan Airbus A330 series yang akan digunakan untuk penerbangan haji.

Hanya saja, panjang landasan pacu tersebut belum bisa dipakai untuk operasional pesawat wide body secara optimal. "Untuk itu akan dilakukan perpanjangan landasan pacu sepanjang 500 meter sehingga panjang menjadi 3.000 meter," kata Agus.

 

Ia memastikan, Kemenhub akan mengawal proses perpanjangan landasan pacu Bandara Kertajati tersebut. Sehingga, kata Agus, landaasan pacu tersebut bisa memenuhi aspek keselamatan penerbangan sesuai aturan yang berlaku.

 

Terkait masalah keselamatan dan penerbangan, menurut Agus, harus juga dipikirkan untuk melakukan pengalihan jalan desa yang saat ini berada di tengah landasan pacu. Dia mengatakan jalan yang menghubungkan desa Bantarjati dan Desa Sukamulya hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melintas.

 

Untuk keselamatan dan keamanan penerbangan, kata Agus, dia meminta jalan tersebut harus ditutup sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan. "Mengingat Bandara Kertajati diproyeksikan menjadi bandara yang sibuk dengan banyak operasional penerbangan pesawat," ungkap Agus.

 

Untuk mengantisipasi gejolak sosial yang timbul jika jalan tersebut ditutup, Agus menegaskan harus dibuatkan jalan lingkar. Selain itu, dia menilai perlu memberi edukasi serta pemahaman pada masyarakat sekitar terkait hal tersebut dan keberadaan bandara.

 

Bandara Kertajati ditargetkan rampung dikembangkan pada Maret 2018. Presiden Joko Widodo menginginkan bandara tersebut bisa menjadi embarkasi haji pada Juli 2018.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement