Jumat 28 Jul 2017 17:00 WIB

Semester 1, Kinerja Ekspor Semen Indonesia Melonjak

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Silo Packing Plan Semen Indonesia.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Silo Packing Plan Semen Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja ekspor Semen Indonesia melonjak tajam pada Juni 2017 (YoY). Ekspor semen pada 2016 hanya 55,5 ton. Sementara, pada hingga Juni 2017, total ekspor Semen Indonesia mencapai 279.902 ton.

Sehingga, terjadi lonjakan volume ekspor sebesar 403,8 ton. Dari total itu, Semen Padang catatkan ekspor sebesar 134.985 ton, lebih besar dari Juni 2016 sebesar 46.555 ton.

Sementara Tonasa menyumbang volume ekspor sebesar 144.917 ton. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan ekspor pada Juni 2016 yang hanya sebesar 9 ribu ton.

Meski demikian, penjualan semen dalam negeri nampaknya sedang lesu. Hal itu ditunjukan dari menurunnya penjualan domestik dari tiga anak anak perusahaan Semen Indonesia, yaitu Semen Gresik, Semen Padang dan Tonasa.

Semen Gresik hanya membukukan penjualan sebesar 873.755 ton pada 2017. Angka itu lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu 1.216.143 ton. Begitu juga Semen Padang, terjadi penurunan penjualan sebanyak 30 persen, dari 509.027 ton pada 2016, menjadi 354.541 ton pada 2017.

Penurunan serupa terjadi pula pada Tonasa. Penurunannya sama dengan Semen Padang sebesar 30 persen, dari 446.118 ton pada 2016 menjadi 312.282 ton pada 2017.

Turunnya penjualan semen itu didorong oleh lesunya konsumsi semen dalam negeri. Hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami minus konsumsi. Untuk pulau Jawa saja, terjadi penurunan sebesar 27 persen, dari 2.863.456 ton di 2016 menjadi 2.065.899 ton pada 2017.

Penurunan lainnya diikuti Sumatera 26 persen, Kalimantan 20 persen, Sulawesi 28 persen, Nusa Tenggara 13 persen, termasuk Maluku dan Irian Jaya sebanyak 46 persen. Total penurunan seluruh Indonesia sebanyak 26 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement