Ahad 10 Dec 2017 13:53 WIB

Wujudkan Desa Mandiri Energi, PGN Bangun 10 Reaktor Biogas

PGN bangun 10 reaktor biogas di Semarang.
Foto: PGN
PGN bangun 10 reaktor biogas di Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen mendukung program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya melalui pengembangan biogas sebagai energi lokal masyarakat. Dukungan itu diwujudkan dalam pembangunan 10 reaktor biogas dengan kapasitas 6-12 kubik di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sebanyak 137 rumah tangga pengguna biogas yang telah ada akan mendapatkan subsidi oleh PGN sehingga program Biogas Rumah (BIRU) dapat dilanjutkan dan penggunaan energi lokal tersebut dapat merata.

Promotor Biogas Desa Jetak Yusmin Sunaryo mengatakan kehadiran PGN sangat disambut baik oleh Pemerintah dan masyarakat Desa Jetak. Tidak hanya itu, melalui PGN, penguatan Desa Jetak sebagai Desa Mandiri Energi diyakini segera terwujud.

“Adanya reaktor biogas dari PGN sangat bermanfaat bagi masyarakat kami di mana program yang telah dicanangkan pada 2009 ini segera teralisasikan meski sempat stagnan di 2016. Kami meyakini dengan kehadiran PGN ini potensi Desa Jetak semakin terlihat sehingga mampu menyejahterakan masyarakatnya,” kata Yusmin dalam kegiatan Jetak Expo di Desa Jetak, Kabupaten Semarang Sabtu (9/12) lalu.

Tidak berhenti pada menciptakan energi biogas, menurut Yusmin, PGN juga mendorong masyarakat mengembangkan potensi lain. Di antaranya dengan merintis pupuk organik berbahan bioslurry biogas yang diaplikasikan pada tanaman cabai, sayur dan buah-buahan nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Desa Jetak memiliki potensi sebagai Desa Wisata Pelopor Pancasila yang diharapkan dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu potensinya yaitu telah merintis penggunaan energi lokal Biogas sebagai sumber energi dalam memenuhi keperluan sehari-hari masyarakat sejak 2009.

“Bantuan yang diberikan PGN tidak hanya dalam bentuk pengadaan reaktor biogas namun PGN telah menginisiasi media edukasi mengenai pengambangan biogas seperti instalasi biogas, info grafis biogas, serta animasi cara kerja biogas sehingga masyarakat umum yang datang ke Desa Jetak mampu menyerap informasi mengenai biogas,” jelas Yusmin melalui siaran persnya.

Sementara itu, Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono berharap dukungan ini menjadikan masyarakat semakin bersemangat untuk terus mengembangkan potensi desanya, melibatkan diri untuk turut ambil bagian dalam memajukan desa sehingga tujuan sebagai desa mandiri dapat terwujud..

“Dukungan PGN untuk pengembangan biogas diharapkan menjadi energi baik yang mampu menginspirasi tumbuh dan berkembangnya aneka potensi desa, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan energi, sehingga kesejahteraan masyarakatnya akan meningkat,” ujar Heri.

Sebagai perusahaan yang handal dalam pengelola gas bumi di Indonesia, PGN senantiasa mendukung pengembangan energi lokal yang dinilai aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan efisien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa gas dengan lebih dari 7.450 kilometer (km) atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir nasional.

Melalui infrastruktur tersebut, PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten atau kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement