Ahad 19 Nov 2017 21:00 WIB

Kemenkop Harapkan Pembiayaan Tingkatkan Produktivitas UMKM

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Elba Damhuri
Produk fermentasi mengkudu dari UMKM Jember yang telah sukses diekspor ke berbagai negara.
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Produk fermentasi mengkudu dari UMKM Jember yang telah sukses diekspor ke berbagai negara.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Program pengembangan pembiayaan untuk skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi solusi meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM di Tanah Air. Pasalnya, jumlah UMKM mendominasi struktur pelaku usaha nasional.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati dalam acara "The 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017 (1st IIMF 2017)" di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/11) melalui siaran resmi.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangn pembiayaan skala mikro, sebagaimana yang telah dilaksanakan melalui berbagai program strategis," ujar dia.

Program strategis dimaksud antara lain, perumusan kebijakan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya sistem pembiayaan bagi usaha mikro. Koordinasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) dan stakeholder terkait khususnya lembaga perbankan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pembiayaan usaha skala mikro.

Kedua, memantapkan kelembagaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/Usaha Simpan Pinjam (USP) sehingga dapat berperan melayani anggotanya dalam akses finansial.

"KSP/USP sebagai lembaga keuangan alternatif untuk meningkatkan permodalan bagi UMKM yang menjadi anggotanya," kata dia.

Peningkatan kapasitas pengelola KSP/USP melalui pendidikan, pelatihan financial technology (fintech) dan penerapan sertifikasi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengelola KSP/USP.

Selain itu, ada skema pembiayaan untuk usaha mikro antara lain, bantuan modal awal/start up capital bagi wirausaha pemula (WP) berubah hibah, kredit dana bergulir dari LPDB-KUMKM, serta kredit usaha rakyat (KUR) dengan subsidi bunga sembilan persen.

"Kami juga melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap UMKM dan koperasi," tambah Yuana.

Untuk diketahui, 1st IIMF 2017 merupakan forum berskala internasional yang mempertemukan lintas stakeholder untuk memformulasikan skema microfinance yang sesuai dengan kondisi UMK saat ini, khususnya di era globalisasi dan digitalisasi pasar.

Kegiatan IIMF juga sebagai sarana yang efektif untuk menggali informasi, ide atau gagasan, berbagi pengetahuan, diseminasi hasil-hasil penelitian tentang microfinance di level regional, nasional, maupun internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement