Kamis 16 Nov 2017 15:04 WIB

Pemprov Jawa Barat Lanjutkan Proyek Tol Cigatas

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Elba Damhuri
Sejumlah kendaraan memasuki pintu Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (14/6).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah kendaraan memasuki pintu Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (14/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Setelah menyelesaikan pembangunan jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melanjutkan proses mewujudkan pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas).

Menurut Sekda Jabar Iwa Karniwa, pihaknya berharap proyek pembangunan Tol Cigatas kembali dilanjutkan pemerintah Pusat mengingat embrio penuntasan infrastruktur ke Priangan Timur sudah dimulai dengan rencana beroperasinya Soroja akhir November ini.

"Sudah ada rencana dari kami untuk melanjutkan lagi proses Cigatas, tinggal mendorong lagi pemerintah pusat," ujar Iwa di Bandung, Kamis (15/11).

Iwa mengatakan, dari informasi yang didapat, upaya pusat mewujudkan proyek Cigatas sudah makin matang salah satunya dengan membuka peluang pada investor untuk masuk. "Dari Badan Pengelola Jalan Tol kabarnya sudah ada investor tertarik masuk, nanti Soroja beroperasi akan mengaklerasi rencana (Cigatas)," katanya.

Soroja, kata Iwa, akan menjadi bagian dari konektivitas infrastruktur untuk Bandung Selatan dan Priangan Timur mengingat sudah ada hasil studi kelayakan tol tersebut. "BPJT sudah mempelajari hasil studi tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk selanjutnya menggelar lelang invetasi," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya bersama pemerintah pusat akan melakukan sinkronisasi proyek tersebut. Dari hasil studi kelayakan tol ini kemungkinan akan berlanjut hingga Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. "Trasenya juga ada perubahan dari Gedebage-Majalaya-Garut-Tasik hingga Ciamis, tapi kami prinsipnya menunggu kesiapan pusat," katanya.

Saat dilantik di Gedung Sate beberapa waktu lalu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengaku saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tasikmalaya pihaknya sudah menyampaikan agar proyek ini dipercepat. "Dalam rangka mendobrak arus investasi ke wilayah Tasikmalaya," katanya.

Budi optimistis, proyek ini akan diakselerasi mengingat BPJT sudah merancang tol ini akan berujung di Cilacap. Karena itu pihaknya akan terus mendorong di lapangan agar pada saat pembebasan lahan tidak ada masalah. "Tidak apa-apa tolnya tidak melintas di daerah kami, asal ada exit tolnya saja cukup," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement