Jumat 27 Oct 2017 20:00 WIB

BRI Life Kejar Pendapatan Premi Rp 3,7 Triliun

Logo 30 tahun BRI Life
Foto: BRI Life
Logo 30 tahun BRI Life

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Manajemen BRI Life optimistis mampu mengejar target pendapatan premi sebesar Rp 3,7 triliun pada akhir tahun nanti. Semenjak diakuisisi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada akhir 2015 lalu, BRI Life ingin menjadi perusahaan asuransi jiwa lokal terbesar di Indonesia.

Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi mengatakan semenjak perubahan struktur manajemen di tubuh BRI Life, perseroan fokus meningkatkan kinerja perusahaan. Targetnya menjadi asuransi lokal terbesar di Indonesia.  "Peningkatan kinerja dalam kurun waktu satu tahun ini mencapai tiga-empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya," ujar dia di Jakarta, Jumat (27/10).

Sampai akhir 2017, Rianto optimistis mampu membukukan pendapatan premi sebesar Rp 3,7 triliun. Berbagai  upaya dan inovasi dilakukan BRI Life untuk mempercepat laju pencapaian target perusahaan. BRI Life menyempurnakan layanan berbasis digital bagi nasabah, mulai dari awal pembelian hingga after sales service.  "Hal ini untuk memudahkan BRI Life dalam menjangkau nasabahnya, termasuk saat ini tengah dipersiapkan pula  adanya fasilitas customer portal bagi nasabah," kata dia.      

Demikian halnya dengan inovasi produk yang terus dikembangkan. Rianto menyatakan bertepatan di usianya ke-30 ini, BRI Life meluncurkan dua produk link berbasis syariah. Produk itu adalah BRI Life Link Proteksi Syariah dan BRI Life Link Optima Syariah.      

BRI Life juga fokus dengan induk perusahaan dalam menggarap kanal distribusi bancassurance. Usaha ini digarap melalui inklusi keuangan yang suistanable yang dilakukan oleh sales forces BFA (Bancassurance Finacial Advisor) BRI Life yang saat ini berjumlah lebih dari 1.000 orang BFA. "Mereka tersebar di unit-unit kerja BRI di seluruh Indonesia, dengan target penambahan BFA hingga akhir 2017 mencapai sekitar 1.300 BFA," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement