Sabtu 24 Jan 2026 10:42 WIB

Sinergi Lini Bisnis Jadi Kunci Hadapi Dinamika Industri Asuransi

Setiap kanal dinilai memiliki karakter pasar dan risiko yang berbeda.

Sinergi Lini Bisnis Jadi Kunci Hadapi Dinamika Industri Asuransi.
Foto: Avrist Assurance
Sinergi Lini Bisnis Jadi Kunci Hadapi Dinamika Industri Asuransi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global, perubahan perilaku konsumen, dan percepatan digitalisasi menjadi tantangan utama industri asuransi pada 2026. Di tengah kondisi tersebut, penguatan tata kelola internal, penyelarasan strategi distribusi, serta kemampuan membaca data pasar dinilai semakin menentukan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan asuransi.

PT Avrist Assurance menilai respons terhadap tantangan tersebut tidak cukup dilakukan melalui penyesuaian produk semata, melainkan membutuhkan konsolidasi lintas lini bisnis agar strategi perusahaan berjalan selaras. Penyelarasan antara jalur distribusi, fungsi operasional, serta manajemen risiko menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan nasabah di tengah dinamika industri.

Baca Juga

Direktur Keuangan Avrist Assurance Agus Setiawan mengatakan, kolaborasi internal menjadi fondasi utama agar perusahaan mampu beradaptasi secara berkelanjutan.

“Dengan dinamika industri yang ada, kolaborasi adalah kunci untuk kita berjalan bersama. Saya yakin dengan menganalisis kondisi pasar, membaca data, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dengan cermat dan tepat, kita bisa menciptakan peluang untuk maju bersama,” kata Agus dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).

Untuk memperkuat sinergi lintas bisnis, kata dia, Avrist Assurance menggelar kegiatan Avrist Kick Off tahunan yang berlangsung selama dua hari, pada 19–20 Januari 2026, di Jakarta.  Kegiatan ini diikuti seluruh elemen sales channel perusahaan.

Direktur Bisnis Avrist Assurance Aldi Rinaldi menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen perusahaan dalam menjaga kualitas pertumbuhan.

“Kick-off ini bukan sekadar acara, tapi juga sebagai tekad dan komitmen. Dengan semangat Together Stronger, seluruh elemen perusahaan harus bisa bersinergi untuk memastikan pertumbuhan yang agresif namun tetap berkualitas, sehingga kita bisa menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pertumbuhan eksponensial bagi perusahaan,” katanya.

Avrist memandang penyelarasan strategi antarjalur distribusi, mulai dari agency, bancassurance, employee benefit, hingga kanal digital, menjadi krusial dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Setiap kanal dinilai memiliki karakter pasar dan risiko yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang terkoordinasi agar ekspansi tidak mengorbankan kualitas portofolio.

Selain distribusi, penguatan ekosistem bisnis juga menjadi perhatian. Keterlibatan entitas dalam Avrist Group, seperti asuransi umum, manajemen aset, dan dana pensiun, dipandang dapat memperkuat daya saing melalui integrasi layanan dan efisiensi operasional.

Dari sisi kepemimpinan dan kesiapan organisasi, Avrist menilai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi kunci. Ketidakpastian pasar, perkembangan teknologi, serta perubahan regulasi menuntut organisasi lebih lincah dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko.

Avrist menegaskan fokus jangka panjang pada pembangunan fondasi bisnis yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi secara terukur, serta penguatan manajemen risiko. Pendekatan ini diterapkan untuk mendukung visi perusahaan dalam memperluas akses perlindungan asuransi sekaligus menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri 2026.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement