Kamis 12 Oct 2017 17:03 WIB

BNI Raup Laba Lebih dari Rp 10 Triliun di Kuartal III 2017

Red: Nur Aini
Model menunjukan kartu kredit BNI Style Titanium saat peluncuran ulang di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Internasionao Soekarno-Hatta, Banten, Ahad (23/7).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Model menunjukan kartu kredit BNI Style Titanium saat peluncuran ulang di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Internasionao Soekarno-Hatta, Banten, Ahad (23/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada kuartal III 2017 membukukan laba sebesar Rp 10,16 triliun atau tumbuh 31,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,72 triliun.

"Kenaikan laba bersih ini terutama ditopang oleh penyaluran kredit BNI yang tumbuh 13,3 persen atau lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit industri yang berada pada level 8,2 persen per Juli 2017," kata Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/10).

Penyaluran kredit BNI hingga akhir kuartal III 2017 sebesar Rp 421,41 triliun atau tumbuh 13,3 persen di atas realisasi kredit pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 372,02 triliun. Selain kredit yang bertumbuh, kinerja perseroan juga disertai peningkatan kualitas yang ditandai oleh menurunnya biaya kredit atau credit cost dari 2,4 persen pada kuartal III 2016 menjadi 1,7 persen pada kuartal III 2017.  

Laba bersih BNI terbentuk berkat Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang tumbuh 7,5 persen dari Rp 21,87 triliun pada kuartal III 2016 menjadi Rp 23,51 triliun pada kuartal III 2017, seiring dengan peningkatan kualitas kredit BNI dengan tetap menjaga marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di level 5,5 persen.

Laba juga ditopang oleh Pendapatan Non-Bunga kuartal III 2017 yang juga merupakan bisnis utama bank. Pendapatan Non-Bunga kuartal III 2017 naik 15,1 persen, dari Rp 6,24  triliun pada kuartal III 2016 menjadi Rp 7,18 triliun pada kuartal III 2017. Peningkatan Pendapatan Non-Bunga tersebut dikontribusi dari trade finance, bancassurance, bank guarantee, loan sindication, dan bisnis kartu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement