Selasa 03 Oct 2017 07:39 WIB

BNP Paribas: Investasi Reksadana Murah dan Menguntungkan

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Elba Damhuri
 Pekerja melihat layar pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (22/6).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pekerja melihat layar pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (22/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNP Paribas Investment Partner menggelar Seminar Investasi melalui gerakan 'Aku Bisa Investasi'. Tujuannya untuk mengajak anak muda agar mulai berinvestasi.

Chief Executive Officer (CEO) BNP Paribas Investment Partner Vivian Secakusuma menegaskan investasi bisa dilakukan siapa saja lewat instrumen reksadana. Pasalnya, kata dia, investasi tidaklah mahal dan memiliki banyak keuntungan.

Menurut dia, jumlah investor reksadana di Indonesia saat ini pun masih sangat kecil. "Masih sekitar 400 ribu sampai 450 ribu dibandingkan jumlah penduduknya yang lebih dari 200 juta. Maka kita ingin perluas basis investor," jelas Vivian di Jakarta, Senin (2/10).

Pada tahun lalu, BNP Paribas telah bekerja sama dengan Indosat Ooredoo meluncurkan program #AkuBisaInvestasi. Lewat program tersebut, siapa saja bisa berinvestasi reksadana di mana pun langsung dari ponselnya.

Jadi, kata Vivian, prosesnya lebih mudah dan tidak ada jumlah minimum investasi. "Jadi siapa saja bisa masukkan uangnya ke reksadana. Produk ini sangat tepat bagi investor pemula," tutur Vivian.

Hanya saja, ia menambahkan, produk tersebut tidak tepat bagi investor lama. Nantinya para investor pemula itu dapat berinvestasi lewat reksadana pasar uang. Jenis reksadana lain sudah bicara profil risiko, sedangkan ini benar-benar untuk pemula.

Reksadana merupakan instrumen investasi mudah sebab tidak dikelola langsung oleh investor melainkan oleh manajer investasi. Meski begitu, investor tetap perlu mempelajari lebih dalam instrumen tersebut agar ke depan mampu menjadi investor untuk instrumen lainnya.

Vivian memastikan keamanan reksadana di mana ada kontrak dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Uangnya juga ada di bank kustodian, bukan di manajer investasi.

Meski gencar mengajak masyarakat mulai berinvestasi, namun Vivian mengatakan BNP Paribas tidak memiliki target tertentu sampai akhir tahun. Saat ini, jumlah investor di BNP Paribas sekitar 40 ribuan.

Reksadana adalah produk investasi yang modalnya ditanamkan di pasar uang dan pasar modal. Ada ragam jenis reksadana yang ditawarkan baik dalam bentuk konvensional maupun syariah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement