Ahad 14 May 2017 05:50 WIB

Serangan Siber Global Sandera Data Renault dan Nissan

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nidia Zuraya
Serangan siber
Foto: Flickr
Serangan siber

REPUBLIKA.CO.ID, SUNDERLAND -- Pabrik Renault dan Nissan di Sunderland, Inggris, tak lepas dari serangan serangan siber global. Serbuan terhadap manufaktur mobil itu masih serupa dengan yang menghantam National Heatlh Service (NHS).

Serangan itu mengambil dan mengenkripsi data milik perusahaan asal Prancis ini dengan tebusan 300 dolar untuk memulihkan data terebut. Secara keseluruhan, sekitar 75 ribu sistem komputer di 99 negara dipercaya telah terinfeksi.

Juru bicara Renault mengonfirmasi terdampak bersama dengan serangan yang terjadi secara global pada Jumat, 12 Mei kemarin yang berisi ransomware. Manajemen segera mengambil tindakan proaktif yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus.

"Diagnosis keseluruhan masih dalam proses untuk mengambil langkah lanjutan dan melanjutkan operasi," katanya seperti dikutip Autocar, Ahad (14/5).

Pada saat yang sama, pabrik Nissan di Sunderland juga mengalami serangan serupa. Serbuan berdampak pada produksi Nissan lantaran Sunderland merupakan lokasi mobil tipe Qashqai dan Infiniti Q30 dirakit.

"Seperti organisasi lainnya, fasilitas kami juga diserang ransomware yang berdampak pada sistem. Kami terus berusaha memecahkan masalah ini," kata seorang juru bicara.

Seperti diketahui, ransomware tengah menyerang berbagai lini di Eropa. Hingga saat ini, pelaku serangan tersebut masih belum diketahui dan terus diinvestigasi Europol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement