Kamis 11 May 2017 14:00 WIB

Fintech Gadai Pinjam.co.id Targetkan Salurkan Dana Rp 200 Miliar

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Fintech (ilustrasi)
Foto: flicker.com
Fintech (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan layanan jasa teknologi finansial atau fintech Pinjam.co.id menargetkan penyaluran gadai dan pinjaman usaha sebanyak Rp 200 miliar melalui 300 mitra pada tahun ini. 

CEO dan Co-Founder pinjam.co.id Teguh Ariwibowo menjelaskan, sebagai salah satu Fintech gadai, perusahaannya telah menyiapkan sebanyak 40 penaksir untuk melayani produk Gadai Instan di outlet mitra di Jakarta. Salah satu mitra perusahaan Fintech gadai ini yaitu PT Pos Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan Kantor Pos di lima kota Jakarta untuk melayani Gadai Instan," ujar Teguh Ariwibowo kepada Republika, Kamis (11/5).

Selain Pos Indonesia, Pinjam.co.id juga menggandeng toko mas untuk gadai. Sedangkan untuk pinjaman usaha, perusahaan menggandeng Bulog, Alfamart, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Baitul Mal wat Tamwil (BMT). Untuk layanan Gadai Instant, kata Teguh, pihaknya menyediakan sebanyak 40 penaksir ahli yang telah dilatih secara khusus oleh perusahaan.

Sementara itu, pada tahun 2016 perusahaan telah menyalurkan dana Rp 20 miliar kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk kuartal I 2017, dengan melayani rata-rata 5 nasabah per hari per outlet, perusahaan telah menyalurkan dana kepada sekitar 15 ribu nasabah di sebanyak 20-30 outlet dari target 50 ribu nasabah hingga akhir tahun. 

"Kerja sama dengan mitra ini kami harapkan bisa menyalurkan Rp 200 miliar kepada 50 ribu nasabah," kata Teguh.

Untuk rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) produk pinjaman usaha masih 0 persen, sedangkan produk gadai memiliki NPL 0,67 persen.

Strategic Advisor Pinjam.co.id Suwhono menambahkan, adanya gadai swasta online ini diharapkan dapat meningkatkan akses permodalan kepada pelaku UMKM. Adanya fintech gadai yang memberikan layanan dalam proses cepat, menurutnya merupakan salah satu yang dibutuhkan masyarakat.

"Selama ini masyarakat sulit mendapatkan akses, dan isu utamanya proses yang sulit. Masalah pricing bukan yang utama, tapi prosesnya yang penting jangan berbelit-belit," kata Suwhono.

Mantan Direktur Utama Pegadaian ini menuturkan, gaya hidup masyarakat yang telah berubah, dan lebih mengandalkan teknologi menunjukkan keinginan untuk proses yang serba cepat. Dengan demikian ia menilai proses gadai yang cepat akan menjadi sangat populer karena mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Direktur Ritel dan Sumber Daya PT Pos Indonesia Ira Puspadewi mengatakan, adanya produk gadai dari Pinjam.co.id di jaringan Pos Indonesia bisa membantu pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan. Apalagi dengan letak kantor pos yang strategis dan proses gadai yang cepat, sekitar 6 menit.

"Kita berharap pos menjadi tempat yang memudahkan, apalagi untuk UMKM. Jadi di Pos bisa bayar-bayar, kirim-kirim, pinjam-pinjam di pos bisa," kata Ira.

Menurut Ira, selain dengan kerjasama ini, dukungan Pos Indonesia kepada pelaku UMKM diwujudkan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pinjaman dana UMKM, lalu capacity building kewirausahaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement