Kamis 04 May 2017 11:29 WIB

Jokowi: Negara Lain Sudah Bicara Hyperloop, Kita Masih Urus Cantrang!

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ani Nursalikah
Presiden Joko Widodo
Foto: Republika/ Wihdan
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah dan masyarakat tak bekerja dengan pola yang sama dan selalu monoton. Jokowi mengingatkan, pentingnya mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lainnya dengan langkah yang lebih cepat.

"Kita ini terlalu monoton, terlalu linear. Saya selalu bicara tentang Elon Musk yang berbicara tentang Space X, mengenai Tesla, mengenai hyperloop (transportasi dengan kecepatan pesawat seharga tiket bus) yang sangat cepat," kata Presiden saat meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional bidang Kemaritiman 2017 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5).

Sementara, saat ini, kata Jokowi, bangsa Indonesia masih saja mengurusi masalah yang sama dan belum fokus memikirkan perkembangan masa depan serta mengejar ketertinggalannya. Contohnya saja, masalah alat tangkap ikan cantrang yang hingga kini juga masih belum selesai.

"Kita masih urusan cantrang belum selesai. Mau ke mana kita?" kata dia.

Menurut Jokowi, di era globalisasi ini, bangsa Indonesia masih saja melakukan rutinitasnya sehingga tertinggal jauh dari negara-negara lain. Perkembangan teknologi di dunia sangatlah cepat, karena itu, Jokowi meminta pemerintah juga fokus mengejar ketertinggalannya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kalau kita masih monoton, kita ditinggal. Kita terlalu linear, monoton rutinitas. Saya hanya ingin ingatkan Elon Musk atau Jack Ma, mereka larinya cepat sekali dan kita harus mengejarnya cepat sekali. Inilah globalisasi yang kita hadapi," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional membaik dan berada di posisi ketiga di antara negara-negara G20, namun tanpa mengejar ketertinggalan teknologi, maka Indonesia akan mengalami kesulitan.

Di era globalisasi dan teknologi ini, persaingan antarnegara semakin kuat. Menurut Jokowi, bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, namun negara yang berjalan lebih cepat yang dapat mengalahkan negara lainnya yang pertumbuhannya lambat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement