Kamis 27 Apr 2017 16:36 WIB

6.000 Unit Rusunami Khusus Buruh Dibangun di Tangsel

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: M.Iqbal
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hadiri peletakkan batu pertama rusunami khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Loft Villes, Jalan Raya Bukit Serua, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/4).
Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hadiri peletakkan batu pertama rusunami khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Loft Villes, Jalan Raya Bukit Serua, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/4).

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG SELATAN -- Pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) PT PP Urban membangun sebanyak 6.000 unit rumah susun sederhana milik (rusunami) di Kota Tangerang Selatan, Banten. Rusunami ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Pembangunan ini diharapkan dapat membantu pekerja di sekitar wilayah Serpong untuk mendapatkan perumahan yang layak huni dengan harga yang tenjangkau," ujar Direktur Utama PT PP Urban Tumiyana pada saat acara peletakan batu pertama di Loft Villes, Jalan Raya Bukit Serua, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/4).

Pada kegiatan yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo ini, Tumiyana mengaku PT PP Urban terus berupaya untuk mengatasi masalah kekurangan perumahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Salah satunya dengan pembangunan rusunami yang diberi nama Kawasan PP Urban Town @Serpong.

Dalam pembangunan 6.000 unit rusunami ini, lanjut Tumiyana, PT PP Urban menerapkan improvisasi dan teknologi pada struktur bangunan. Mereka menggunakan metode precast dan mass production. "Ini dapat membantu dalam percepatan pembangunan sehingga produksi penyediaan rusunami dapat segera terselesaikan," ungkap dia.

Sebanyak 6.000 ribu unit rusunami khusus MBR ini, kata Komisaris Utama PT PP Persero Tbk Andi Gani Nena Wea, nantinya akan dibagi ke dalam sembilan menara apartemen. Luas per unitnya sebesar 30 meter persegi terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga. "Dengan harga jual Rp 8,4 juta permeter persegi atau sekitar Rp 294 juta," tambah Andi.

Rusunami ini nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial. Tempat penitipan anak para pekerja, play ground, play group, ruang publik serta fasilitas penunjang keseharian lainnya akan tersedia di rusunami yang dapat menampung populasi sekitar 18 ribu jiwa tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement