Kamis 20 Apr 2017 17:05 WIB

Pemerintah Dorong AS Investasi di Bidang Teknologi

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan keterangan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4).
Foto: Republika/ Wihdan
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan keterangan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investor Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi di bidang teknologi dan jasa. Sebab, investasi dari Negeri Paman Sam tersebut sebagian besar menyasar sektor pertambangan serta minyak dan gas (migas). 

"Era komoditas sudah lewat dan sekarang kita memasuki era digital, jadi memang ini tepat waktu sekali untuk evaluasi hubungan ekonomi antara Indonesia-AS yang mencerminkan abad 21 yakni lebih ke teknologi, sektor jasa," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong di Istana Wakil Presiden, Kamis (20/4).

Menurut Thomas, saat ini memang belum ada komitmen investasi dari investor AS untuk masuk di bidang teknologi. Karena, mereka masih menunggu kepastian hukum di Indonesia, salah satunya yakni mengenai kebebasan atau larangan data. Thomas mengatakan, fenomena perkembangan teknologi kini sudah menjadi tren global, salah satu contohnya yakni sistem teknologi cloud computing. 

"Kalau kita melarang data kita untuk bisa go global, maka akan sulit sekali untuk mendapatkan investasi dalam jumlah besar di sektor digital," kata Thomas.

Thomas menyatakan, seluruh dunia termasuk AS sangat menunggu keputusan Pemerintah Indonesia terkait kebebasan data tersebut. Oleh karena itu, menurutnya kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ini dinilai sangat tepat waktu. Ke depan, hubungan perekonomian Indonesia-AS akan ditindaklanjuti melalui kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi ke Washington yang rencananya akan dilakukan pada Mei 2017

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement