Kamis 23 Mar 2017 11:22 WIB

Analis: Serangan London Bisa Pengaruhi IHSG

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Nidia Zuraya
Tim penanganan darurat menangani seorang warga terkuka dekat Istana Westminster, London, Rabu (22/3). Serangan di luar gedung parlemen Inggris menewaskan lima orang.
Foto: Yui Mok/PA via AP
Tim penanganan darurat menangani seorang warga terkuka dekat Istana Westminster, London, Rabu (22/3). Serangan di luar gedung parlemen Inggris menewaskan lima orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis NH Korindo Bima Setiaji memprediksi Indeks Harga Saham Gabaungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (23/3), bisa kembali bergerak melemah dengan support range 5.433-5.509 dan resistance range 5.577-5.645. Hal itu menyusul adanya serangan di dekat gedung Parlemen, London, Inggris, Rabu (22/3). 

''Disisi lain, terjadi serangan yang diduga teroris di London, Inggris telah menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 20 lainnya,'' kata Bima, saat dihubungi, Kamis (23/3).

Selain itu, hari ini Inggris akan mengumumkan penjualan ritel bulan Februari 2017 yang diperkirakan naik 0,4 persen dari sebelumnya turun 0,3 persen. 

Dari domestik, lanjut dia, hari ini Kementerian Keuangan akan kedatangan tamu dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P). Kedatangan S&P ini terkait penilaian kelaikan investasi atau investment grade atas Indonesia. 

Ia melihat Indonesia berpeluang meraih peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) dalam waktu dekat, seiring membaiknya fundamental ekonomi di dalam negeri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement