Kamis 16 Mar 2017 17:48 WIB

10 Destinasi Wisata Indonesia Dibangun dengan Utang dari Bank Dunia

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Masyarakat Kabupaten Simalungun mengikuti jalan sehat Wisata Simalungun Pesona Danau Toba 2016 di Parapat, Sabtu (27/8).
Foto: dok
Masyarakat Kabupaten Simalungun mengikuti jalan sehat Wisata Simalungun Pesona Danau Toba 2016 di Parapat, Sabtu (27/8).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah mendapat kucuran dana segar dari Bank Dunia sebesar 200 juta dolar AS. Dana ini dialokasikan oleh pemerintah untuk mempercepat proyek pembanguan 10 destinasi wisata.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan saat ini pemerintah sedang memfokuskan untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur di 10 destinasi wisata tersebut. Ia mengatakan rencana induk terintegrasi bagi 10 destinasi wisata tersebut sudah selesai disusun.

"Itu mudah-mudahan di bulan April atau Mei ini sudah bisa di buka untuk beauty contest, untuk penunjukkan konsultan," ujar Hiramsyah saat ditemui di Kantor Menko Maritim, Jakarta, Kamis (16/3).

Hiramsyah mengatakan setelah ditentukan konsultan lokal dan siapa siapa saja yang hendak melakukan beauty contest, maka proyek bisa segera direalisasikan. Hiramsyah mengatakan untuk tahun ini, pemerintah akan fokus pada tiga tempat yaitu, Danau Toba, Mandalika, dan Kawasan Wisata Borobudur. "Dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur di 3 kawasan. Kalau dana dari mereka itu kan bentuknya hibah dari World Bank," ujar Hiramsyah.

Hiramsyah mengatakan peluang investasi pada tiga wilayah ini tak tertutup pada proyek pemerintah saja. Ia mengatakan keikutsertaan asing juga menjadi salah satu target pemerintah. Meski begitu, Hiram mengatakan keterlibatan konsultan lokal tetap akan disertakan untuk menjaga kearifan lokal dari masing masing wilayah.

"Dibuka harus tetap. Tapi harus melibatkan konsultan lokal. Terutama yang memahami. Karena ini kan menyangkut kearifan lokal. Dua-duanya dibutuhkalah. Konsultan lokal dibutuhkan, konsultan (asing) juga," ujar Hiramsyah.

Setelah beauty contest dilakukan, Hiram mengatakan pemerintah akan melakukan master plan di setiap wilayah dan penunjukan pemenang. "Setelah ditunjuk pemenangnya kan sekitar enam bulan lah kita bikin master plan. Pinjaman pertengahan tahun ini beda. Makanya saya bilang ada dua proses yang paralel, yang pertama master plan, yang kedua pinjaman. Tapi pinjaman bisa jalan juga sama," ujarnya.

Dia mengatakan tanda tangan pinjaman tersebut bisa dilakukan pada Juni tahun ini. Dengan begitu, pinjaman bisa dicairkan di bulan berikutnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement