Rabu 15 Mar 2017 20:54 WIB

Menteri LHK: Pemulihan Terumbu Karang yang Hancur Butuh 20 Tahun

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ilham
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyampaikan, pemulihan terumbu karang yang rusak akibat ditabrak oleh kapal pesiar Inggris, Caledonian Sky, membutuhkan waktu hingga 20 tahun. Lamanya masa pemulihan terumbu karang ini, menurut Siti, juga dibenarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Puluhan tahun ya, saya sudah coba cek ke jurnalis Eco diver asosiasi penyelam, mereka bilang sih paling cepat 20 tahun. Pernah coba juga tanam karang ya," ujar Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3).

Berdasarkan data visual yang diterimanya, kondisi terumbu karang yang tertabrak tersebut rusak parah. Bahkan, ia menyebut kondisinya mengkhawatirkan. "Kalau dari data visualnya yang dilaporin dari kawan-kawan di lapangan sih gawat ya. Serem kalau lihat gambarnya sih," tambah dia.

Siti menyebut, berdasarkan data di lapangan, luasan terumbu karang yang rusak di perairan Raja Ampat ini tercatat mencapai 13.522 meter persegi. Terumbu karang rusak disebabkan oleh kapal yang berlayar di perairan dangkal yang hanya sedalam lima meter. Seharusnya, kapal pesiar tersebut tak diizinkan untuk memasuki perairan dangkal.

"Jadi gini ya, ini karang besar keras, dia pecah. Kedalaman lautnya gak terlalu dalam waktu dia masuk. Dan dia masuk itu sedalam lima meter, harusnya kapalnya gak boleh masuk," ujarnya.

Berdasarkan analisa KLHK, cat kapal pesiar tersebut bahkan meninggalkan bekas di terumbu karang yang hancur. KLHK pun saat ini akan menambah dan mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement