Jumat 10 Mar 2017 20:30 WIB

Menteri BUMN Luncurkan Sistem Pertanian Terintegrasi di Indramayu

Rep: Lilis Handayani/ Red: Nur Aini
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) didampingi jajaran Direksi perusahaan BUMN saat melakukan panen raya di Desa Mundu, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (10\3).
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) didampingi jajaran Direksi perusahaan BUMN saat melakukan panen raya di Desa Mundu, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (10\3).

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Menteri BUMN, Rini Soemarno, meluncurkan program rice center dan digitalisasi pertanian di Kabupaten Indramayu. Program itu diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan dalam usaha mewujudkan ketahanan pangan.

 

''Ini bentuk BUMN kembali bersinergi untuk ketahanan pangan Indonesia dan meningkatkan pendapatan petani ,'' ujar Rini, saat ditemui di sela kegiatan peluncuran program Rice Center dan Digitalisasi Pertanian di Balai Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jumat (10/3).

 

Rice center adalah salah satu sistem pertanian terintegrasi yang menyatukan berbagai fungsi untuk memberikan kepastian ketersediaan sarana, produksi pertanian, kawalan teknologi, serta pembelian gabah dengan harga tinggi (jaminan off taker hasil). Rice center akan dijalankan melalui sinergi BUMN dengan sejumlah perusahaan daerah di Indramayu.        

              

Sedangkan digitalisasi pertanian merupakan platform informasi terintegrasi yang dibangun PT Telekomunikasi Indonesia. Melalui platform itu, petani dan BUMN terkait dapat mengakses data tunggal yang lengkap mulai dari masa pratanam hingga pascapanen. Hal itu di antaranya, profil petani, jenis lahan pertanian, kebutuhan kredit usaha, asuransi sampai mobilisasi hasil panen.

 

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, sejumlah BUMN juga menyalurkan kepedulian sosial kepada masyarakat Indramayu. BUMN tersebut antara lain, Pupuk Indonesia, Permodalan Nasional Madani, Kereta Api Indonesia, Telkom, Bank BRI, BNI, Bank Mandiri, Pegadaian, Jasindo, Pelindo II, Bulog dan Sang Hyang Sri.

BUMN-BUMN tersebut memberikan bantuan berupa peralatan pertanian, learning center, serta bantuan beasiswa dan kemitraan dengan nilai total Rp 2,4 miliar.

 

‘’Diharapkan program sinergi BUMN ini dapat meningkatkan kesejahreraan petani dan mampu mewujudkan ketahanan pangan, khususnya beras di Indonesia ,’’ kata Rini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement