Selasa 17 Jan 2017 13:42 WIB

Pertamina Kembangkan Energi Baru dari Batu Bara

Tambang batu bara
Foto: Andika Wahyu/Antara
Tambang batu bara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) bersama dengan pemerintah mengembangkan energi baru dari batu bara menggantikan fungsi elpiji yang berbiaya lebih murah. "Energi lain tersebut adalah mengubah batu bara muda kalori rendah menjadi dimetil eter dan ethanol. Dimetil eter ini bisa menggantikan fungsi elpiji dan lebih murah sekitar 20 persen," kata Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Selasa (17/1).

Saat ini, ia menjelaskan perkembangannya masih dikaji total, salah satunya melalui Kementerian Perindustrian. Ia menjelaskan hal tersebut dikembangkan karena pasokan elpiji masih menjadi kendala, karena sumber dayanya yang terus berkurang.

Menurutnya gas di Indonesia semakin lama semakin ringan, atau kandungannya semakin berkurang kualitasnya. Akibat dari hal tersebut hasil elpiji semakin turun.

Hal yang sama juga dialami di beberapa negara di luar negeri, bahwa kandungan elpiji semakin berkurang. "Kedepannya elpiji itu juga semakin sulit untuk memenuhi pasokan," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa belum mengetahui kandungan gas yang berada di Blok Masela, Maluku serta ketersediaan kandungan elpijinya. Jika kadar gas makin ringan berarti kandungan elpijinya sedikt.

Kondisi sekarang, Indonesia masih impor gas sebanyak 65 persen dari kebutuhan. Kedepannya juga diprediksi masih akan terus impor dan bahkan cenderung mengalami kenaikan.

Ia juga menjelaskan bahwa konsumsi elpiji kemasan tabung 3 kg masih banyak menemui tepat sasaran, atau masih banyak masyarakat yang mampu masih menggunakan elpiji bersubsidi. Padahal elpiji tersebut disubsidi dan diperuntukan bagi masyarakat yang tergolong kurang mampu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement