Senin 16 Jan 2017 12:00 WIB

Imbal Hasil Obligasi Global Mulai Naik

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) terus turun hingga perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat (13/1). Meskipun imbal hasil di mayoritas Negara maju mulai naik, mengikuti kenaikan imbal hasil surat berharga pemerintah AS yang merespon baiknya data AS serta pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada akhir minggu ini.

"Isu Brexit yang bisa muncul kembali di tengah minggu ini juga bisa mendorong flight to safety sehingga menambah alasan imbal hasil obligasi Negara berkembang untuk naik," ujar Analis Riset Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, Senin (16/1).

Adapun dari sisi domestik, sentimen positif terlihat masih mendominasi. Pada pekan ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) diharapkan akan relatif lebih dovish dibandingkan bulan sebelumnya. Apalagi melihat tekanan eksternal yang berkurang.

Meskipun ruang pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia, BI Repo rate, diperkirakan sudah terbatas melihat potensi inflasi yang akan naik. Survei BI di minggu pertama Januari 2017 menunjukkan peluang inflasi untuk naik mendekati 3,3 persen year on year (yoy).

"Tekanan eksternal yang mulai naik di minggu ini bisa mencegah imbal hasil SUN untuk turun lebih dalam, walaupun sentimen dari BI bisa mengurangi ruang kenaikan tajam," kata Rangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement