Senin 19 Dec 2016 06:20 WIB

Kospin Jasa Jadi Koperasi Pertama Penyalur KUR

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya
Petugas memberikan penjelasan kepada calon anggota di Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Syariah, Jakarta. Kospin Jasa menjadi koperasi pertama di Indonesia yang akan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Petugas memberikan penjelasan kepada calon anggota di Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Syariah, Jakarta. Kospin Jasa menjadi koperasi pertama di Indonesia yang akan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa resmi menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Itu artinya Kospin Jasa menjadi koperasi pertama yang akan menyalurkan KUR.

"Kospin Jasa merupakan inspirasi bagi Indonesia karena telah ikut mewujudkan pemerataan kesejahteraan di Indonesia," ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid pada Sabtu (18/12) malam.

Ia mengatakan, hingga November 2016 telah ada 32 koperasi yang mengajukan diri sebagai penyalur KUR. Sampai saat ini tengah dalam tahap verifikasi.

Melalui siaran yang diterima Republika, koperasi penyalur KUR harus memenuhi kriteria yaitu memiliki kinerja baik dan sehat, bekerja sama dengan perusahaan penjamin dalam penyaluran KUR, memiliki sistem online data KUR juga memiliki sistem informasi kredit program (SIKP). 

Kospin Jasa yang berdiri sejak 1973 ini memiliki aset sebesar Rp 5,8 triliun, sedangkan simpanan anggota Rp 5,3 triliun, pinjaman mencapai Rp 3,8 triliun dan SHU hingga Rp 42 miliar. Anggota Kospin Jasa tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah mencapai lebih dari 13 ribu orang. 

Salah satu anggota Kospin Jasa Gunawan menerima KUR dari koperasi tersebut sebesar Rp 15 juta. Menurutnya, kredit yang diterimanya ini merupakan modal yang sudah lama diharapkan guna meningkatkan usahanya di bidang batik. Poduksi yang dihasilkan Gunawan saat ini masih sangat kecil dengan hanya 100 lembar per bulan.

Sudah sejak lama Gunawan bertekad meningkatkan produksi batiknya mengingat menigkatnya permintaan pasar, namun terganjal modal. "KUR yang saya terima akan menjadi tambahan modal untuk meningkatkan usaha saya," kata Gunawan. 

Selain Kospin Jasa, KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, Jawa Tengah juga memiliki potensi sebagai penyalur KUR. Bahkan, Fastabiq berencana menjadi penyalur KUR Syariah. 

Direktur Utama Fastabiq Khoiro Ummah, Muhammad Ridwan mengatakan siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah sebab telah memenuhi semua syarat sebagai penyalur KUR. 

Ia mengatakan, secara infrastruktur teknologi koperasi Fastabiq sudah terkoneksi antar semua kantor cabang dan kantor kas. Kemenkop dan UKM juga sudah memberi penilaian sehat untuk koperasi tersebut.

"Kami siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah, semua persyaratan kami yakin bisa memenuhinya," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement