Sabtu 19 Nov 2016 04:16 WIB

AAUI: Premi Asuransi Bisa Tumbuh 10 persen pada Akhir Tahun

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Andi Nur Aminah
Asuransi, ilustrasi
Asuransi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan pertumbuhan premi asuransi dapat mencapai 10 persen pada akhir tahun ini. Pertumbuhan tersebut dapat tercapai apabila pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh sesuai harapan yakni minimal 5,00 persen.

Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan, asuransi merupakan mitigasi pembangunan yang akan berjalan apabila pembangunan berjalan. "Kalau kita (Indonesia) bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sampai 5 persen, mungkin asuransi bisa mencapai di atas 10 persen. Tapi kalau ekonomi di bawah 5 persen berharap di atas 10 persen akan berat," tutur Julian Noor di Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu pada kuartal III 2016 ini, Julian mengatakan pertumbuhan premi asuransi yakni sekitar 9,00 persen. Jenis asuransi yang menopang pertumbuhan ini adalah asuransi harta benda. sedangkan kendaraan bermotor masih mengalami penurunan karena industri otomotif yang masih lesu.

"Kuartal III kita tumbuh 9 persenan premi, ditopang harta benda. Sedangkan kendaraan tumbuh negatif karena data penjualan mobil turun," katanya.

Julian mengungkapkan, pada tahun depan industri asuransi akan terdorong oleh aturan Otoirtas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan perusahaan asuransi umum untuk menjual produk investasi. Dengan aturan ini, perusahaan asuransi dituntut tidak hanya dapat mengelola dana yang dikelola, namun juga dana investasi dari nasabah.

"Kalau aturan itu keluar, ya mungkin salah satunya mendorong perushaaan asruansi lebih pintar memanage dana kelolaan dia. Karena tidak hanya premi risiko dana yang dikelola, tapi juga dana investasi dari nasabah,"jelasnya.

Dalam aturan tersebut akan diatur jenis investasi apa saja yang boleh dipegang oleh pelanggan asuransi. Namun, untuk jenis investasi ini diharuskan dalam produk jangka panjang seperti properti. Saat ini aturan tersebut masih dalam pembahasan otoroitas. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement