REPUBLIKA.CO.ID, ARKANSAS -- Perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat (AS) Windstream Holdings akan membeli EarthLink Holdings dengan nilai transaksi mencapai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 14,4 triliun). Hal itu dilakukan untuk memotong pembiayaan dan berkompetisi lebih baik seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/11).
Pemegang saham Earthlink akan menerima 0,818 saham Windstream untuk setiap kepemilikan sahamnya. Secara rinci, kesepakatan nilai perusahaan telekomunikasi itu sebesar 645,2 juta dolar AS (Rp 8,4 triliun) atau 5,92 dolar (Rp 78 ribu) per lembar saham. Sementara itu, EarthLink juga memiliki hutang sebesar 436 juta dolar AS (Rp 5,7 triliun).
Saham Windstream pun mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen sementara saham Earthlink naik sebesar 1,1 persen.
Windstream yang berbasis di Arkansas, AS adalah penyedia jasa telepon dan internet untuk konsumen di daerah terpencil. Sementara EarthLink adalah pionir layanan internet pada 1990. Akan tetapi, perusahaan yang berbasis di Atlanta, AS itu mengalami anjlok pendapatan dalam tiga tahun terakhir.
Pemegang saham Windstream nantinya akan memiliki 51 persen gabungan perusahaan tersebut usai kesepakatan ditandatangani.