Selasa 18 Oct 2016 09:35 WIB

20 Perusahaan Makanan dan Minuman Nasional Promosi di Paris

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nur Aini
Ilustrasi pertumbuhan industri makanan dan minuman di Tanah Air.
Foto: Republika/ Wihdan
Ilustrasi pertumbuhan industri makanan dan minuman di Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‎ Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 20 perusahaan makanan dan minuman (Mamin) dalam negeri untuk tampil di pameran Salon International de L'alimentation (SIAL) 2016 di Paris, Perancis. Keikutsertaan ini guna menunjukkan daya saing produk agro asal Indonesia di pasar internasional sekaligus membuka peluang perluasan pasar ekspor.

“Perusahaan yang ikut berasal dari seluruh penjuru nusantara, dengan menampilkan keberagaman produk unggulan kita, mulai dari kopi, minuman ringan, olahan kelapa, minuman kesehatan, makanan ringan, biskuit, mie instan, olahan buah dan olahan ikan, serta bahan makanan organik,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin Enny Ratnaningtyas, melalui siaran pers, Senin (17/10).

Menurut Enny, ajang SIAL Paris 2016 akan semakin mendekatkan produk makanan dan minuman Indonesia kepada masyarakat Eropa, bahkan dunia. Hal ini karena pameran tingkat internasional ini diikuti oleh para pengusaha dan pengunjung dari seluruh mancanegara.

Apalagi, para peserta pameran SIAL Paris 2016 dapat berpartisipasi aktif dengan seluruh para potential buyer baik dari Eropa, Asia, dan para pengunjung dari seluruh dunia yang hadir pada pameran ini. Sehingga ke depannya dapat terjalin kerja sama usaha yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

Dirjen Industri Ago Kemenperin Panggah Susanto menjelaskan, industri makanan dan minuman nasional telah mampu unggul di pasar domestik dan global. Ini ditunjukkan dari kinerja positifnya, seperti pada 2015, yang memberikan kontribusi sebesar 30,84 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), industri pengolahan nonmigas menyumbang 5,61 persen terhadap PDB nasional.

“Sementara itu, untuk nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia pada 2015 sebesar 26,539 miliar dolar AS. Sedangkan, khusus ekspor produk makanan dan minuman ke Prancis pada 2015 mencapai 34,5 juta dolar AS atau 0,13 persen dari total ekspor produk makanan minuman ke dunia,” ungkap Panggah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement