Kamis 13 Oct 2016 03:18 WIB

Kadin Perluas Pasar Ekspor

Rep: satria kartika yudha/ Red: Esthi Maharani
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani (kiri) menyampaikan surat pernyataan harta (SPH) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dalam rangka mengikut program pengampunan pajak (tax amnesty)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani (kiri) menyampaikan surat pernyataan harta (SPH) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dalam rangka mengikut program pengampunan pajak (tax amnesty)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) siap membantu pemerintah untuk memperluas pasar ekspor. Masih banyak negara-negara yang potensial untuk dijadikan tujuan ekspor produk-produk Indonesia.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan beberapa negara yang bisa dijadikan sebagai tujuan baru ekspor adalah Afrika, India, Korea Selatan, Mesir, Iran dan Bangladesh. Saat ini, kata Rosan, nilai eskpor ke negara-negara tersebut memang belum besar.

"Tapi kita sudah mulai masuk, terutama UMKM yang kita dorong. Kadin jemput bola. Ini adalah peluang jangka panjang," kata Rosan, Rabu (12/10).

Rosan mengatakan, Kadin telah meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi dengan banyak negara. Selain Afrika dan Asia, juga dengan negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay dan Bolivia.

Rosan menambahkan, dirinya bahkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Uruguay Rodolfo Nin Novoa untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan.

 

Meski begitu, Rosan berharap  pemerintah   dapat memberikan insentif bagi UMKM yang melakukan ekspor. Insentif dinilai perlu agar basis eksportir nasional dari pelaku UMKM semakin banyak.

 “Jadi, selain ada diversifikasi market, ada diversifikasi produk dan eksportir kita. Memang ini diperlukan banyak terobosan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement